PERANG saudara antara Kerajaan Demak dengan Kerjaaan Mataram pernah terjadi selama tiga tahun sejak 1602 Masehi. Salah satu pemicunya adalah ketidakpuasan atas pengangkatan Hanyakrawati sebagai Raja Mataram setelah mangkatnya Panembahan Senopati.
Padahal saat itu masih ada Pangeran Puger, putra Senopati yang lebih tua dari Hanyakrawati. Puger pun tak terima kenapa adik tirinya yang malah dipercaya sebagai Raja Mataram. Kecemburuan tersebut kemudian berbuah pemberontakan.
Dikutip dari buku "Tuah Bumi Mataram : Dari Panembahan Senopati hingga Amangkurat II" yang ditulis Peri Mardiyono, kala itu Puger merasa dirinya lebih layak mewarisi tahta Kerajaan Mataram daripada adiknya.
BACA JUGA:
Hanyakrawati menyadari jika sang kakak Pangeran Puger kecewa dengan pengangkatannya. Ia pun membuat pendekatan dan mengangkat Puger sebagai Adipati Demak. Puger pun menerima posisi itu, tetapi ia masih tidak puas. Ia memutuskan untuk melakukan pemberontakan suatu ketika.
Bahkan ia berkeinginan agar wilayah Demak melepaskan diri dari kekuasaan Mataram. Alhasil pada 1602 Masehi terjadilah perang saudara antara Demak melawan Mataram. Perang saudara antara Mataram melawan Demak ini berlangsung sekitar tiga tahun.