Pernyataan itu bukan tanpa alasan, Azwar juga mengaku sebagai aktivis 98, dirinya mempunyai tanggungjawab moral terhadap korban penculikan. Pada masa itu harus mengalami sejumlah kejadian tragis oleh rezim orde baru.
"Tetapi kita tanggungjawab terhadap masyarakat kita punya tanggungjawab moral terhadap kawan-kawan kita sudah berjuang dulu mendemonstrasikan Indonesia terhadap penculikan masa lalu," ungkap Azwar.
"Punya tanggung jawab kita terhadap kawan-kawan yang dipukuli, dipenjara, hilang bahkan hilang nyawanya untuk memperjuangkan rezim dari orde baru Soeharto," pungkasnya.
Sebelumnya, puluhan guru besar, dosen, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) sejumlah universitas dan para alumni kampus menggelar seruan pernyataan sikap setelah mencermati perkembangan konstelasi politik nasional menjelang Pemilu/Pilpres 2024.
Seruan itu mulai dari putusan Mahkamah Konstitusi (MK) hingga melahirkan sejumlah diantaranya persoalan hukum, memastikan penyelenggaraan pesta demokrasi yang aman dan damai, demokrasi berjalan tidak sesuai dengan prinsip demokrasi, terdapat fakta adanya pencideraan terhadap nilai-nilai etika luhur, serta kedaulatan negara yang kewenangannya telah diberi legitimasi oleh konstitusi UUD Negara RI Tahun 1945.
(Fakhrizal Fakhri )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.