Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

PBB Peringatkan Serangan Israel ke Lebanon Sangat Berbahaya dan Harus Dihentikan

Susi Susanti , Jurnalis-Kamis, 15 Februari 2024 |09:26 WIB
PBB Peringatkan Serangan Israel ke Lebanon Sangat Berbahaya dan Harus Dihentikan
PBB peringatkan serangan Israel ke Lebanon sangat berbahaya dan harus dihentikan (Foto: AFP)
A
A
A

NEW YORK - Juru bicara Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (Sekjen PBB) Stephane Dujarric memperingatkan bahwa eskalasi yang terjadi baru-baru ini terkait serangan udara Israel ke Lebanon sungguh berbahaya dan harus dihentikan.

Penjaga perdamaian dari misi PBB di Lebanon, atau UNIFIL, telah memperhatikan pergeseran yang mengkhawatirkan dalam baku tembak antara angkatan bersenjata Israel dan kelompok bersenjata di Lebanon.

Serangan tersebut termasuk menargetkan wilayah yang jauh dari Garis Biru. Hal ini mengacu pada garis penarikan yang dibatasi oleh PBB pada 2000 setelah pasukan Israel menarik diri dari Lebanon selatan.

Juru bicara Departemen Luar Negeri Matthew Miller mengatakan bahwa Washington akan terus mendorong “jalur diplomatik” untuk menyelesaikan ketegangan lintas batas.

“Salah satu tujuan utama kami sejak awal konflik ini adalah memastikan konflik ini tidak meluas,” tambahnya.

Menurut penghitungan AFP, kekerasan lintas batas telah menewaskan sedikitnya 253 orang di pihak Lebanon, sebagian besar dari mereka adalah pejuang Hizbullah tetapi juga termasuk 37 warga sipil.

Di pihak Israel, 10 tentara dan enam warga sipil tewas.

Seperti diketahui, sembilan orang, tujuh di antaranya warga sipil, tewas pada Rabu (14/2/2024) dalam serangan Israel di Lebanon selatan. Adapun tentara Israel mengatakan kehilangan seorang tentara dalam tembakan roket lintas batas.

Meskipun serangan roket tersebut tidak segera diklaim, namun baku tembak dan jumlah korban sipil terburuk dalam satu hari di Lebanon sejak permusuhan lintas batas yang dimulai sejak Oktober tahun lalu telah menimbulkan kekhawatiran akan konflik yang lebih luas antara Israel dan kelompok militan Hizbullah.

Sumber keamanan Lebanon mengatakan kepada AFP, pada Rabu (14/2/2024) malam, empat warga sipil dari keluarga yang sama termasuk dua wanita tewas dalam serangan Israel terhadap sebuah bangunan tempat tinggal di kota Nabatiyeh.

Panglima militer Israel Herzi Halevi mengatakan setelah bertemu dengan para komandan di dekat perbatasan Lebanon bahwa kampanye Israel berikutnya akan lebih bersifat ofensif dan akan menggunakan semua alat serta kemampuan.

Pejabat senior Hizbullah Hashem Safieddine pada Rabu (14/2/2024) mengatakan bahwa agresi ini tidak akan dibiarkan begitu saja.

(Susi Susanti)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement