Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Pesan Jumat Pahing Keramat Sunan Giri kepada Ki Pamanahan

Avirista Midaada , Jurnalis-Jum'at, 16 Februari 2024 |07:01 WIB
 Pesan Jumat Pahing Keramat Sunan Giri kepada Ki Pamanahan
Sunan Giri (foto: wikipedia)
A
A
A

RAMALAN Sunan Giri ke Ki Pamanahan ternyata sudah membutakan keluarganya. Bagaimana tidak ramalan anak keturunan Ki Pamanahan yang menjadi raja-raja besar di Pulau Jawa, menjadikan Senopati akhirnya bermusuhan dengan ayah angkatnya Sultan Hadiwijaya, yang tengah berkuasa di Kesultanan Pajang.

Ki Pamanahan saat itu memang menceritakan ramalan itu ke Panembahan Senopati atau Sutawijaya, ketika belum berkuasa di Mataram. Saat itu Mataram masih menjadi wilayah kecil di bawah kekuasaan Pajang. Dimana Ki Pamanahan tampil sebagai pemimpinnya.

Tapi ketika Ki Pamanahan meninggal dunia, Senopati mengambil alih kekuasaan kerajaan dari ayahnya. Ia lantas membangun kekuatan militer untuk merealisasikan ramalan dari Sunan Giri. Kepada Senopati memang, Ki Pamanahan meyakinkan bahwa anak turunnya menjadi raja-raja besar di Pulau Jawa.

Hal ini membuat doktrin itu mempengaruhi psikologis Senopati. Ia pun membuat skenario agar dirinya berhasil memerdekakan wilayah Mataram dari Pajang dan menjadi raja pertamanya, sebagaimana dikutip dari "Tuah Bumi Mataram : Dari Panembahan Senopati hingga Amangkurat II".

Ki Pamanahan sebelum meninggal, konon pernah mengumpulkan anak-anaknya. Di hadapan para putranya, termasuk Senopati, Ki Pamanahan menceritakan bagaimana ia diramal oleh Sunan Giri, akan menjadi raja-raja besar.

Maka Ki Pamanahan berpesan agar jika merebut wilayah Bang Wetan memilih waktu yang tepat. Waktu yang tepat itu sebagaimana Sunan Giri menyatakan ke Ki Pamanahan, yaitu Jummuah Pahing atau Jumat Pahing dalam kalender Jawa, bulan Muharram, pada penanggalan Islam.

Lantas apabila kedatangan musuh maka menghadang musuhnya diminta oleh Sunan Giri jangan sampai melewati Gunung Kendeng. Sebab hal itu akan membuat Ki Pamanahan dan keturunannya akan kalah. Sementara ketika mengangkat bupati pilihlah dari keturunan kerabat Mataram.

Sebab mereka disebut telah ikut prihatin dan turun andil membangun Mataram. Ki Pamanahan pun menirukan pesan dari Sunan Giri agar tidak memilih orang di luar Mataram, untuk menjadi bupati.

(Awaludin)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement