Justru dari perilaku dan sikap Senopati yang cenderung lecehkan terhadap Kanjeng Sultan Pajang itulah yang menunjukkan pengkhianatan Senopati terhadap ayah angkat dan gurunya sendiri. Dengan pengkhianatan ini, Senopati bisa dikatakan bukan sosok yang berjiwa ningrat dengan martabat atau harga diri yang mulia, meskipun secara silsilah barangkali ia masih keturunan orang hebat.
Seorang bangsawan atau ningrat tentu mempunyai etika dan moral; menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan sehingga dengan demikian ia patut dihormati dan dimuliakan oleh seluruh umat manusia. Di sisi lain, Senopati sudah tergiur dengan ramalan dari Sunan Giri yang diceritakan ayahnya Ki Pamanahan sehingga bersikap sombong dan tidak dapat diatur.
Bahkan Senopati berpandangan bahwa dirinya benar-benar bisa dikukuhkan sebagai raja Mataram, maka syarat utamanya harus berani membangkang terhadap Pajang. Maka ia pun menolak keras bahkan berjanji tidak akan menghadap ke Sultan Hadiwijaya alias Joko Tingkir di Pajang.
(Fakhrizal Fakhri )