Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Petugas PPSU Mogok Kerja Dihina Miskin, Lurah Ancol: Gampang Baper Enggak Kuat Mental!

Carlos Roy Fajarta , Jurnalis-Selasa, 20 Februari 2024 |10:56 WIB
Petugas PPSU Mogok Kerja Dihina Miskin, Lurah Ancol: Gampang Baper Enggak Kuat Mental!
Petugas PPSU Mogok karena Dihina Miskin/ist
A
A
A

JAKARTA - Lurah Ancol, Saud Maruli Manik membantah dirinya menghina petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) Kelurahan Ancol yang melakukan aksi mogok kerja karena mendapatkan hinaan miskin, di Jalan Lodan Raya, Ancol, Pademangan, Jakarta Utara.

"Itu sebenarnya kata kata pelintiran dari PPSU, dipelintir, artinya itu adalah bahasa saya di saat pembinaan, artinya dikumpulkan mereka semua, kemudian saya bina, di dalam pembinaan saya mengatakan bagi PPSU yang merokok, agar jangan merokok lagi, lebih baik uangnya ditabung daripada dibakar bakar, nanti miskin. Lebih baik diberikan kepada anak istrinya. Kebutuhan sudah meningkat, itu dia bahasa saya," ujarnya.

Saud menegaskan, tidak benar apabila dirinya menghina para PPSU tersebut sebagai orang miskin. Ucapan Sekretaris Kelurahan (Sekkel) Ancol juga dia sebut sebagai candaan.

"Jadi tidak ada bahasa yang salah. Kemudian kalau terkait dengan bahasa pak Sekkel, yang satu lagi itu, itu pun bukan menghina, itu kalimatnya begini,"ujarnya.

"Di saat itu kan ada antrian pembagian kupon untuk PPSU, yang menebus pangan murah, kalau menebus pangan murah kan wajib membayar Rp100 ribu, itu yang food station. Pada saat dikumpulkan ternyata mereka ini ga punya uang, jadi datang pak Sekkel, mana bayar ini, gak ada pak. Miskin amat, ya udah pinjam ya," kata Saud.

Saud menilai para PPSU yang mogok kerja tersebut merupakan contoh pekerja yang mudah bawa perasaan (Baper).

"Jadi bukan menghina, hanya bercanda, guyonan. Gimana lah guyonan antara bapak ke anak, atau antar teman, jadi gak ada bahasa apa. Jadi mereka ini manusia kaleng kaleng bu, gampang baper. Gak kuat mentalnya. Jadi mencari cari kesalahan. Apapun yang kita katakan benar, akan dipelintir untuk salah," papar Saud.

Saud melihat bawahan nya apabila tidak suka dengan atasannya maka akan bersikap berlebihan atau hiperbola.

"Hiperbola. Masa saya sebagai lurah nggak ada yang mau saya bahas. Banyak yang saya bahas, digoreng lah lagi bahasa saya. karena gini, kan ini gak ada bukti. Di mana saya bicaranya," tuturnya.

Saud mengaku akan berkomunikasi dengan pada PPSU yang melakukan aksi mogok kerja tersebut. Serta merangkul mereka untuk kembali bekerja.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement