Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Ketika Prabu Jayabaya Bunuh Ki Ajar Subrata Usai Disuguhkan 8 Jenis Makanan

Tim Okezone , Jurnalis-Kamis, 29 Februari 2024 |06:00 WIB
Ketika Prabu Jayabaya Bunuh Ki Ajar Subrata Usai Disuguhkan 8 Jenis Makanan
Situs Gunung Padang (Foto: istimewa/Okezone)
A
A
A

Tentu saja Ki Ajar menyambut dengan hangat kedatangan Prabu Jayabaya dan putranya. Sontak Ki Ajar memanggil seorang endang dan memerintahkannya untuk menyuguhkan jamuan.

Terdapat 7 macam suguhan, 8 beserta endang yang disuguhkan kepada Prabu Jayabaya. Berikut kedelapan suguhan tersebut.

1. Kunir sarimpang (kunyit segerombol).

2. Juadah satakir (semangkuk jadah).

3. Bunga melati saconthong (bunga melati yang ditaruh dalam conthong, wadah yang dibuat dari daun lebar yang dilipat mengerucut).

4. Kayu sauwit (sebatang kayu).

5. Bawang putih satalam (bawang putih sebungkus kain).

6. Darah sapitrah (sekaleng darah, merujuk pada zakat fitrah yang ditakar dengan kaleng).

7. Seorang endang (murid perempuan).

8. Bunga seruni saconthong (bunga seruni satu conthong).

Prabu Jayabaya yang paham makna dari suguhan tersebut sontak saja memancing amarah Prabu Jayabaya dan langsung menghunuskan kerisnya kepada Ki Ajar dan endang yang menyuguhkannya jamuan itu hingga mati.

Putranya terheran-heran dengan apa yang dilakukan ayahnya, ia bertanya-tanya, mengapa seorang guru yang menyambut dengan baik malah dibunuh? Dan mengapa endang itu juga ikut dibunuh padahal tidak tahu apa-apa?

Namun pertanyaan itu tak berani disampaikannya karena melihat Prabu Jayabaya masih murka. Ketika sampai di rumah dan dirasa Ayahnya sudah tidak memperlihatkan kemarahannya, ia pun bertanya mengenai alasan mengapa Ayahnya melakukan perbuatan itu.

Prabu Jayabaya menjelaskan bahwa Ki Ajar telah berkhianat kepada gurunya, yaitu Maulana Ali Syamsu Zain. Namun alasan mengapa Ki Ajar berkhianat tidak dibeberkan oleh Prabu Jayabaya.

Prabu Jayabaya juga mengatakan kepada putranya, “Apan wus den wangseni mring pandhita ing nguni tan kena gingsir ing besuk (Sebagaimana sudah dipesankan oleh pendeta itu bahwa ini adalah kepastian yang tak bisa diubah).”

(Fakhrizal Fakhri )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement