Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Komnas Perempuan: Praktik Intoleransi Picu Tindak Kekerasan!

Hambali , Jurnalis-Minggu, 03 Maret 2024 |07:46 WIB
Komnas Perempuan: Praktik Intoleransi Picu Tindak Kekerasan!
Diskusi dan Bedah Film di Tangsel/Okezone
A
A
A

 

TANGERANG SELATAN - Praktik intoleransi selalu berujung pada tindak kekerasan. Bak api dalam sekam, peristiwa itu dari waktu ke waktu kerap muncul di berbagai wilayah di Indonesia.

Intoleransi dapat dapat dibendung jika pemahaman tentang keberagaman terus dipertebal. Dalam hal ini banyak pihak harus terlibat aktif, baik pemerintah hingga masyarakat luas.

Hal itulah yang diulas dalam diskusi dan bedah film 'Puanhayati : Threads of faith' dan 'Ahmadyah's Dilemma'. Film pendek yang menggambarkan bagaimana dinamika sosial yang dialami penganutnya di Indonesia.

"Indonesia kan sesungguhnya adalah bangsa yang besar, kita menjadi besar karena kita punya banyak keberagaman," terang Komisioner Komnas Perempuan, Andy Yentriyani, di Universitas Pamulang, Tangerang Selatan, Sabtu (2/3/2024).

"Sayangnya, memang informasi tidak cukup merata untuk diketahui. Dan seringkali juga terlalu banyak hal dalam hidup ini yang membuat kita tidak terlalu peduli soal keberagaman itu sendiri,”sambungnya.

Menurutnya, peristiwa kekerasan akibat sikap intoleransi selalu diawali dengan hal-hal yang dianggap berbeda di tengah masyarakat. Pada setiap konflik itu, kata dia, pasti selalu ada kaum perempuan yang menjadi korban di dalamnya.

"Dengan adanya 2 film ini, kami dari Komnas Perempuan tentunya berharap akan ada ruang-ruang untuk mendialogkan keberagaman di Indonesia. Dan juga memastikan bahwa kita bisa hidup berdampingan dengan damai dan tentram. Ini sangat penting, karena dalam peristiwa intoleransi pasti ada perempuan yang menjadi korbannya," paparnya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement