JAKARTA - Asosiasi Riset Opini Publik Indonesia (AROPI) melakukan riset terkait tingkat kepercayaan masing-masing pendukung Calon Presiden (Capres) dan Calon Wakil Presiden (Cawapres) terhadap lembaga survei.
Hal tersebut disampaikan Ketum AROPI, Sunarto Ciptoharjono dalam publikasi temuan yang dilaksanakan pada Jumat (8/3/2024) di Jakarta Pusat.
Sunarto menjelaskan bahwa dari tiga pendukung Capres-Cawapres memiliki tingkat kepercayaan yang berbeda terhadap lembaga survei.
Pendukung Capres-Cawapres nomor urut satu Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar diketahui memiliki jumlah pendukung yang tidak percaya sebesar 41 persen.
Sedangkan pendukung Capres-Cawapres nomor urut tiga Ganjar Pranowo dan Mahfud MD memiliki basis massa yang tidak percaya terhadap hasil lembaga survei sebanyak 29,1 persen.
Kemudian basis pendukung Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka paling sedikit basis massa pendukungnya yang tidak percaya terhadap lembaga survei sebesar 10,4 persen.
Sunarto menjelaskan hal tersebut berhubungan erat dengan tingkat pendidikan dari pemilih masing-masing paslon Capres-Cawapres.
Dari hasil survei AROPI, diketahui pemilih yang berpendidikan tamat SD ke bawah memiliki tingkat kepercayaan terhadap lembaga survei sebesar 80,4 persen.
Sedangkan yang berpendidikan tamat SMP sederhana memiliki tingkat kepercayaan terhadap lembaga survei terbesar kedua yakni sebesar 77,9 persen.