Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Microplastics di Pasir Pantai Bikin Bahaya, Edukasi Penting Dilakukan

Khafid Mardiyansyah , Jurnalis-Sabtu, 09 Maret 2024 |21:49 WIB
<i>Microplastics</i> di Pasir Pantai Bikin Bahaya, Edukasi Penting Dilakukan
A
A
A

LABUAN BAJO – Sampah plastik yang dibuat manusia tidak hanya telah mencemari laut, tetapi juga mengubah kebiasaan makan makhluk penghuni lautan.

Bayi ikan yang terekspos microplastic cenderung memilih makan partikel plastik daripada zooplankton yang berenang bebas.

Bahaya akan microplastics ini diedukasi ke siswa-siswi Binus School Simprug yang menjalani Immersion Trip di Labuan Bajo.

Selain itu, mereka juga diberi edukasi, di antaranya penanaman koral, pelepasan bayi kura-kura, edukasi tentang pemilahan sampah, serta menggunakan mikroskop digital untuk mengamati microplastics pada sampel pasir yang dipandu oleh Swietenia Puspa Lestari dari Divers Clean Action (DCA).

Pada kegiatan ini, Sabreena Jacob, General Manager dari Ta’aktana Resort & Spa, juga berterima kasih kepada berbagai komunitas yang berkenan bahu-membahu merintis Bersih Bajo bersama Ta’aktana Resort & Spa sejak chapter pertama.

“Sejak pertama kali diadakan di tahun 2022 saat pembangunan resort kami bahkan belum dimulai, Bersih Bajo telah berjuang bersama komunitas-komunitas lokal untuk mengadvokasi penanganan sampah yang terintegrasi dan berdampak nyata bagi pelestarian lingkungan di Labuan Bajo, di antaranya Trash Hero Komodo & Mburak, Kole Project, WWF Indonesia, Komodo Water serta Politeknik elBajo Commodus” ujar Sabreena.

Selain kegiatan beach clean-up, Bersih Bajo kali ini juga diwarnai oleh penampilan dari paduan suara dan tarian oleh siswa-siswi Sekolah Luar Biasa (SLB) Karya Murni di Ruteng.

Acara kemudian dilanjutkan dengan penyerahan donasi dari Ta’aktana Resort & Spa dan Binus School Simprug untuk SLB Karya Murni, dan Komunitas Pencegahan Stunting pada Anak di Ende yang dipimpin oleh Romo Rudy dari Keuskupan Agung Ende. Adapun donasi diserahkan olehdua siswa dan siswi, yaitu Marcus Louie Sumarta sebagai perwakilan dari Taaktana Resort & Spa dan Athena Anitya Soebagjo sebagai perwakilan dari Binus School Simprug

Hanz Ponceca, guru dan wali kelas di Binus School Simprug, menyampaikan bahwa pada kegiatan ini para siswa-siswi berkesempatan untuk melihat, menyentuh, dan merasakan sendiri berbagai pengalaman dengan alam dan masyarakat di Labuan Bajo, serta belajar untuk mengapresiasinya.

“Anak-anak kami sangat tergerak saat menyaksikan bakat (menyanyi) yang luar biasa dari para siswa-siswi SLB, salah satunya bahkan menyimpulkan bahwa ternyata kondisi disabilitas dapat ditransformasi menjadi kemampuan yang luar biasa” tutur Hanz.

(Khafid Mardiyansyah)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement