Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Perubahan Sistem Pemerintahan Majapahit Pasca Mundurnya Gajah Mada Akibat Peristiwa Bubat

Avirista Midaada , Jurnalis-Minggu, 10 Maret 2024 |07:11 WIB
Perubahan Sistem Pemerintahan Majapahit Pasca Mundurnya Gajah Mada Akibat Peristiwa Bubat
Ilustrasi Gajah Mada (Foto: Ist)
A
A
A

MALANG - Perubahan drastis terjadi di pemerintahan Raja Hayam Wuruk pasca peristiwa Bubat. Cuti panjang sang Mahapatih Gajah Mada, yang berujung pengunduran diri sempat membuat roda pemerintahan di Majapahit berguncang.

Satu perubahan yang mencolok dari sistem yakni adanya dewan-dewan menteri dibentuk untuk menggantikan peran Gajah Mada pada 1357. Dewan menteri ini dipimpin oleh menteri paling senior di istana Majapahit.

Mpu Prapanca pujangga terkemuka di Kerajaan Majapahit mencatat dengan semangat gaya pemerintahan baru Majapahit, dan kematangan Hayam Wuruk dalam berpikir dan mengambil kebijakan. Hal ini pula yang diabadikan Mpu Prapanca pada Kakawin Negarakretagama, bab 71 - 72 dan 83.

Earl Drake dalam bukunya "Gayatri Rajapatni : Perempuan di Balik Kejayaan Majapahit", mengisahkan bagaimana para menteri tertinggi mempunyai kedudukan ganda. Mereka harus menjadi kaki tangan sang raja.

Demikianlah tatanan baru ini diresmikan oleh para pangeran, seluruh dunia pun puas dan aman tentram, berkat jasa-jasa sang raja. Demikianlah Negarakretagama mengisahkannya.

Gaya pemerintahan Majapahit yang signifikan berubah tentu interaksi antara raja Hayam Wuruk dengan rakyatnya. Hayam Wuruk kerap langsung turun langsung blusukan mengunjungi daerah-daerah di Jawa Timur. Hal ini membuat raja kian memahami kebutuhan rakyat jelata

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement