Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kebakaran di Bambu Utara Palmerah Diduga dari Korsleting Listrik

Carlos Roy Fajarta , Jurnalis-Minggu, 17 Maret 2024 |09:26 WIB
 Kebakaran di Bambu Utara Palmerah Diduga dari Korsleting Listrik
Illustrasi (foto: dok Okezone)
A
A
A

 

JAKARTA - Kebakaran melanda permukiman padat penduduk di Jalan Kota Bambu Raya, RT13 dan RT14/RW03, Kelurahan Kota Bambu Utara, Kecamatan Palmerah, Kota Jakarta Barat hangus dilahap si jago merah pada Minggu (17/3/2024) dini hari.

Sebanyak 75 pintu kontrakan, 20 rumah, dan sebuah pasar terbakar akibat peristiwa tersebut.

Kepala Seksi Operasional (Kasiops) Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran Dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Barat, Syarifudin mengatakan, dugaan awal penyebab kebakaran dari korsleting listrik salah satu hunian kontrakan.

"Penyebab diduga dari listrik kontrakan penjual nasi goreng," ujar Syarifudin, Minggu (17/3/2024) dalam keterangannya kepada awak media.

Meskipun demikian dari data awal, jumlah warga terdampak akibat kebakaran tersebut setidaknya ada 20 Kepala Keluarga (KK) yang mencakup 60 jiwa/orang.

Sebagaimana diketahui sebelumnya, dalam akun Instagram humasjakfire menyebutkan telah terjadi kebakaran yang melanda bangunan rumah tinggal di Jalan Kota Bambu Raya, Kel. Kota Bambu Utara, Kec. Palmerah, Jakarta Barat.

"Pemadam Jakarta segera dikerahkan menuju lokasi untuk melakukan pemadaman yang mulai beroperasi pukul 02.42 WIB. Pengerahan sebanyak 20 unit serta 110 personel berhasil melokalisir perambatan api," tulis akun tersebut.

Pada pukul 03.45 WIB pemadaman masuk dalam tahap pendinginan oleh petugas. Petugas berupaya mengurai material yang terbakar agar tidak menyisakan api maupun asap.

(Awaludin)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement