Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Benarkah Ramalan Jayabaya Terbukti Benar Terkait Banjir Parah Demak dengan Selat Muria?

Tim Okezone , Jurnalis-Rabu, 20 Maret 2024 |16:27 WIB
Benarkah Ramalan Jayabaya Terbukti Benar Terkait Banjir Parah Demak dengan Selat Muria?
Banjir Demak, Jawa Tengah (Foto: Ist)
A
A
A

Banjir Demak disebabkan tanggul Sungai Irigasi Jratun Seluna, di Dukuh Tugu, Desa Ngemplik Wetan, Kecamatan Karanganyar, kembali jebol, pada Minggu 17 Maret 2024, sore.

Banjir semakin parah ketika titik tanggul yang jebol bertambah. Sedikitnya ada 88 desa tercatat terendam banjir yang memaksa puluhan ribu warga mengungsi.

Hingga muncul spekulasi tentang kembalinya munculnya Selat Muria yang sempat hilang karena mengalami kekeringan. Selat Muria merupakan selat yang pernah ada dan menghubungkan Pulau Jawa dan Pulau Muria.

Selat tersebut dulunya merupakan daerah perdagangan yang ramai, dengan kota-kota perdagangan seperti Demak, Jepara, Pati, dan Juwana.

Sekitar 1657, endapan sungai yang bermuara di selat ini terbawa ke laut sehingga selat ini semakin dangkal dan menghilang, sehingga Pulau Muria menyatu dengan Pulau Jawa.

Pada masa glasial, sekira 600.000 tahun yang lalu, Gunung Muria beserta pegunungan kecil di Patiayam dulunya bergabung dengan dataran utama Pulau Jawa. Hal itu terjadi karena saat itu suhu bumi turun dalam waktu yang lama.

Sehingga permukaan laut turun rata-rata 100 meter. Namun pada interglasial, kondisi itu berbalik. Suhu bumi meningkat menyebabkan es mencair.

Alhasil, volume air laut meningkat membuat dataran Gunung Muria dan Pulau Jawa terpisah oleh laut dangkal yang tidak terlalu lebar hingga menjadi selat.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement