Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

BMKG: Waspada Gelombang Tinggi di Perairan Sumba dan Sabu NTT

Ponsius Econg , Jurnalis-Kamis, 04 April 2024 |21:07 WIB
BMKG: Waspada Gelombang Tinggi di Perairan Sumba dan Sabu NTT
Ilustrasi (Foto: Dok Istimewa/Okezone)
A
A
A

KUPANG - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi gelombang tinggi di perairan Nusa Tenggara Timur (NTT), beberapa hari ke depan.

Kepala Stasiun Meteorologi Tenau-Kupang, Yandri Anderudson T Tungga mengingatkan masyarakat senantiasa waspada saat beraktivitas atau berada di laut.

"Dimohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada," ucap Tungga, Kamis (4/4/2024).

Adapun peringatan dini ini, disampaikannya, berlaku selama tiga hari ke depan, mulai tanggal 5 April 2024 pukul 08.00 WITA hingga 8 April 2024 pukul 08.00 WITA.

Pihaknya memprakirakan, gelombang laut dalam hari-hari tersebut berpotensi mencapai ketinggian sampai 5 meter, terutama di wilayah perairan Sumba dan Sabu.

"Tinggi gelombang 4-5 meter berpotensi terjadi di Samudera Hindia Selatan Sumba-Sabu," bebernya.

Kondisi ini sangat berisko tinggi terhadap keselamatan pelayaran, baik untuk perahu nelayan dan kapal tongkang maupun kapal feri hingga bahkan bisa membahayakan kapal besar seperti kapal kargo dan kapal pesiar.

Tungga menjelaskan, gelombang tinggi disebabkan oleh adanya Bibit Siklon Tropis 68S yang terpantau tumbuh di Samudera Hindia Selatan Sumba-Sabu, yang membentuk daerah pertemuan dan belokan angin di wilayah NTT.

"Sehingga meningkatkan curah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat serta ekstrem di wilayah NTT," jelas Tungga.

Selain itu, lanjut dia, aktifnya gelombang Equatorial Rossby dan fenomena Madden Julian Oscillation (MJO) juga menyebabkan hujan sedang-lebat bahkan ekstrem disertai petir dan angin kencang berdurasi singkat.

"Serta waspada adanya awan gelap (Cumulonimbus) yang dapat menyebabkan angin kencang, perubahan arah angin, dan peningkatan tinggi gelombang yang terjadi secara tiba-tiba," tambahnya.

(Fakhrizal Fakhri )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement