Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Modus Sumbangan Takjil, Bandit Kuras Tabungan Takmir Masjid Puluhan Juta Rupiah

Avirista Midaada , Jurnalis-Kamis, 04 April 2024 |07:18 WIB
Modus Sumbangan Takjil, Bandit Kuras Tabungan Takmir Masjid Puluhan Juta Rupiah
Polisi menangkap penipu modus sumbangan takjil (Foto: Avirista M)
A
A
A

MALANG - Tiga dari empat pelaku penipuan bermodus sumbangan takjil buka puasa berhasil dibekuk Polresta Malang Kota. Ketiga pelaku merupakan warga Sulawesi Selatan, yang sebelumnya menguras rekening salah satu pengurus takmir Masjid An Nur Perumahan Griya Shanta, Kota Malang, dengan menawarkan modus sumbangan takjil.

Kasatreskrim Polresta Malang Kota Kompol Danang Yudanto menjelaskan, ketiga pelaku berinisial H (57) warga Kota Makassar, MN (61) warga Sindenreng Rappang, dan H (40) warga Kabupaten Pinrang, saat hendak Sholat Jumat di sebuah masjid di Kota Cirebon, Jawa Barat, pada Jumat 29 Maret 2024.

Ketiga pelaku dari empat pelaku ini dilaporkan oleh pengurus takmir Masjid An Nur bernama Soetarno (71) pensiunan pengurus Takmir.

"Jadi kronologi kejadiannya pada hari Sabtu tanggal 23 Maret 2024, sekira pukul 15.00 WIB, korban hendak membayar token Masjid An Nur Griya Shanta di Indomaret Fresh Griya Shanta Puncak Borobudur Nomor 514, korban ini didatangi dua orang tidak dikenal, dan menanyakan melakukan pembayaran apa. Kemudian dijawab oleh korban membayar token listrik untuk masjid," ucap Danang Yudanto, dikonfirmasi pada Kamis pagi (4/4/2024).

Selanjutnya, dua orang pelaku ini pura-pura menawarkan pemberian dana coorporate sosial responbility (CSR), dari tempatnya bekerja berupa sumbangan paket takjil sebesar Rp500 ribu dan sebanyak 20 paket, untuk Masjid An Nur Griya Shanta. Tetapi pelaku mengatakan, akan melakukan survei dahulu ke korban, sehingga korbannya diminta ke mesin ATM untuk melihat saldo rekeningnya.

"Tanpa sepengetahuan korban pelaku mencatat pin ATM korban sewaktu korban mengecek saldo di ATM. Pelaku juga menukar kartu ATM milik korban, dengan kartu ATM yang mirip dengan milik korban," tuturnya.

Berikutnya, korban diberi nomor handphone pelaku dengan dalih ketika sudah ditransfer, maka Soetarno akan dikabari oleh pelaku. Korban sendiri dipersilakan pulang sambil menunggu ditransfer oleh pelaku.

"Selanjutnya korban ini sekitar pukul 15.00 WIB, mengecek Saldo melalui M-Banking BCA dan mendapati ada transaksi keluar berkali -kali, dari rekening korban hingga Rp95.000.000 dan tersisa saldo Rp500.000 pada rekening korban," paparnya.

Karena merasa menjadi korban penipuan, pengurus takmir ini akhirnya lapor ke polisi. Setelah diselidiki polisi berhasil mengendus keberadaan empat orang pelaku di Cirebon. Tapi sayang saat diamankan satu pelaku berhasil melarikan diri.

"Dari komplotan tersebut ada satu pelaku yang berhasil melarikan diri. Selajutnya melakukan pengembangan dan membawa ketiga pelaku diamankan ke Polresta Malang Kota, saat ini kami masih dalami," terangnya.

Pihaknya juga meminta masyarakat Kota Malang, yang merasa pernah bertemu dengan ketiga pelaku dan menjadi korban penipuanya untuk melapor ke Polresta Malang Kota.

(Arief Setyadi )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement