Sebagai contoh, lanjut Kamarul, ada Pesantren Mualaf di kawasan terpencil yaitu Masjid Jamiatul Islamiyah Oelaba terletak di Kecamatan Rote Barat Laut, Kabupaten Roten Ndao, Nusa Tenggara Timur. Selain pendampingan, 100 paket Kado Ramadhan dibagikan untuk mualaf.

Lazismu serahkan Kado Ramadhan untuk para da'i dan mualaf. (Foto: dok Lazismu)
“Untuk sampai di lokasi, waktu tempuhnya 4 jam menggunakan jalur laut dan 2 jam menggunakan jalur darat,” tuturnya.
Kamarul menceritakan, Pesantren Mualaf juga dilaksanakan di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Barat.
“Pesantren Mualaf ini membina suku Dayak yang tinggal di Desa Pahauman, Kecamatan Sengah Temila, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat. Hal yang sama pendampingan mualaf dilaksanakan di perkampungan Suku Dayak, tepatnya di Pedalaman Pegunungan Maratus Patikalain, Barabai, Kalimantan Selatan," ujarnya.
Ia menambahkan, medan yang sulit menjadi tantangan tersendiri bagi para da’i yang diterjunkan sebagai pengembangan dakwah kultural khususnya komunitas mualaf. Yang tidak kalah butuh perhatian adalah respons Lazismu dalam menyikapi arus mudik tahun ini.