Tak puas dengan jawaban tersebut, Jaksa kemudian mencecar saksi soal WA yang menyebutkan 'sudah sesuai arahan'.
"Waktu itu kayak baju kaus atau apa gitu saya lupa," ucap Saksi.
"Kaus seberapa banyak?" tanya Jaksa.
"Saya tidak tahu banyaknya berapa," jawab saksi.
"Uang siapa?" tanya Jaksa lagi.
"Saya juga tidak (tahu) uang siapa yang dipakai," timpal saksi.
"Kan saksi yang melaporkan ini," cecar Jaksa.
"Saya mendapatkan informasi bahwa sudah ada baju kausnya, saya tidak tahu dari mana baju kaus itu," kata saksi.
Jaksa kemudian menanyakan Imam dengan siapa dirinya berkoordinasi dalam mengurusi kaus itu.
Saksi pun menjawab jika dirinya dalam mengurusi kaus dengan seorang wanita bernama Joice.
"Bu Joice ini siapa?"
"Salah satu staf khusus Pak Menteri," jawab saksi.
"Apakah Bu joice itu juga dari Partai Nasdem?" lanjut tanya Jaksa.
"Iya betul, beliau dari Partai Nasdem juga," jawab saksi.
Saksi menyebutkan, koordinasi dirinya dengan Joice itu terkait sudah siapnya baju yang sesuai permintaan SYL.
"Itu yang saya laporkan ke Pak Menteri bahwa itu sudah ada, gitu," kata Imam.
Jaksa kemudian mencecar saksi mengapa dirinya bersedia melaksanakan tugas tersebut padahal itu di luar tugas dari Kementan.
"Ya sya sebagai staf khususnya Pak Menteri, apa yang menjadi pemikrian pak Menteri atau apa yang menjadi keputusan Pak Menteri, saya akan membantunya untuk menyukseskan," papar saksi.
"Pertanyaan saya apa ada kebijakan untuk ultah-ultah begini, saksi staf khusus, dosen, guru besar, sepengetahuan saksi, apakah Kementerian Pertanian mengurusi sampai ultah-ultah partai begitu?," cecar Jaksa.
"Tentu tidak Pak," jawab Imam.