Masyarakat di Pulau Tagulandang, kata Abdul Muhari, juga akan diungsikan dan dievakuasi ke Pulau Siau.
"Pulau Siau ini ada di sebelah utara Pulau Tagulandang jadi kalau kita lihat di peta itu Pulau Siau berada di paling utara di sebelah utara Pulau Tagulandang. Jarak tempuh melalui laut dari Tagulandang ke Pulau Siau itu antara satu setengah sampai dua setengah jam," jelasnya.
Saat ini, lanjut Abdul Muhari, pemerintah daerah, BPBD, bersama TNI Polri sedang dan evakuasi masyarakat dari Tagulandang menuju ke Pulau Siau mengunakan kapal Basarnas dan kapal KRI di pelabuhan Bitung dan Likupang.
"Untuk mendukung pelaksanaan evakuasi penduduk dari Tagulandang ke Pulau Siau dengan estimasi jumlah jiwa dari 11.500 hingga 12.000 jiwa," kata Abdul Muhari.
Diberitakan sebelumnya, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengungkapkan status Gunung Ruang dinaikin menjadi level IV atau 'Awas' per hari ini, Selasa (30/4).
"Per dini hari tadi pukul 01.30 WITA itu statusnya kembali dinaikkan oleh pusat vulkanologi dan mitigasi bencana geologi dari level III menjadi level IV," kata Abdul Muhari dalam keterangannya yang disiarkan YouTube BNPB Indonesia, Selasa (30/4/2024).
Atas kenaikan status tersebut, Abdul Muhari mengatakan bahwa ada kawasan-kawasan yang harus dikosongkan tidak boleh ada aktivitas ataupun masyarakat di dalamnya.
"Sebagai konsekuensi dan implikasi dari kenaikan status ini kita kembali lagi ke situasi dua minggu yang lalu artinya ada kawasan-kawasan yang harus dikosongkan dengan alasan apapun tidak boleh ada masyarakat tidak boleh ada aktivitas," kata Abdul Muhari.
BNPB menghimbau masyarakat yang bermukim pada wilayah Pulau Tagulandang dan berada dalam radius 7 km agar segera dievakuasi ke tempat aman di luar radius 7 km.
"Pada erupsi kali ini itu terdampak lontaran batu pijar sehingga PVMBG menaikkan atau memperluas radius dari puncak gunung yang harus dikosongkan oleh masyarakat menjadi 7 km," kata Abdul Muhari.
Masyarakat juga dihimbau untuk selalu menggunakan masker, untuk menghindari paparan abu vulkanik yang dapat mengganggu sistem pernafasan.
Selain itu, BNPB meminta masyarakat di sekitar Gunungapi Ruang untuk tetap tenang, beraktivitas seperti biasa, tidak terpancing isu-isu tentang erupsi Gunungapi Ruang dan tetap mengikuti perkembangan aktivitasnya melalui sumber yang dapat dipertanggungjawabkan seperti PVMBG, Badan Geologi, BNPB, BPBD, TNI, Polri dan instansi terkait lainnya.
(Awaludin)