Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Skandal Raja Sunda Doyan Main Perempuan hingga Sabung Ayam

Avirista Midaada , Jurnalis-Jum'at, 10 Mei 2024 |06:45 WIB
Skandal Raja Sunda Doyan Main Perempuan hingga Sabung Ayam
Ilustrasi (Foto: Ist)
A
A
A

Namun, Banga pulalah yang membantu Tamperan dan Pangrenyep bebas dari jeratan Manarah. Nahas, saat keduanya keluar dari tawanan Manarah, usaha Tamperan dan Pangrenyep, yang akan melarikan diri pada malam hari kandas. Keduanya tewas dihujani ribuan panah oleh pasukan Geger Sunten.

Tewasnya Tamperan didengar oleh Sanjaya yang telah memerintah di Kerajaan Medang Mataram Kuno periode Jawa Tengah. Sanjaya pun segera mengerahkan pasukannya untuk menyerang Galuh. Manarah yang mendapatkan laporan dari telik sandi telah bersiaga untuk menghadapi pasukan Mataram.

Dengan mendapat dukungan sisa-sisa pasukan Indraprastha Wanagiri dan raja-raja Kuningan, pasukan Galuh bertempur melawan pasukan Medang. Perang besar sesama trah Wretikandayun itu berakhir, setelah Raja Resi Demunawan dari Saunggalah melalui Perjanjian Galuh, menghasilkan kesepakatan. Di perjanjian itu dihasilkan keputusan bahwa Galuh diserahkan pada Manarah, dan Sunda pada Banga.

(Arief Setyadi )

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement