Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Petugas Gabungan Gagalkan Penyelundupan Ratusan Ribu Benih Bening Lobster

Jonathan Simanjuntak , Jurnalis-Jum'at, 17 Mei 2024 |03:01 WIB
 Petugas Gabungan Gagalkan Penyelundupan Ratusan Ribu Benih Bening Lobster
TNI AL dan KKP gagalkan penyelundupan benih bening lobster (foto: dok MPI)
A
A
A

Penggagalan penyelundupan BBL oleh TNI AL berlangsung dua kali dalam sebulan ini. Tim Lanal III Palembang sebelumnya mengamankan hampir 100 ekor benur dari operasi penangkapan di Banyuasin, Sumatera Selatan pada awal Mei lalu.

Kemudian tim Lanal III Palembang kembali melakukan penangkapan di wilayah Tanjung Jabung Timur, Jambi pada 10 Mei lalu sebanyak 277.800 ekor BBL. Ratusan ribu benur ini akan diselundupkan ke Singapura dengan tujuan akhir negara Vietnam.

"Rute-rutenya sudah kami pelajari, termasuk tempat-tempat pengirimannya sudah kami pelajari," ungkap Asisten Intelijen Kepala Staf Angkatan Laut (Asintel Kasal), Laksamana Muda TNI Akmal.

Komandan Lanal Palembang Kolonel Laut (P) Sandy Kurniawan menambahkan, pihaknya selalu siap bersinergi dengan KKP dalam menekan praktik ilegal penyelundupan benur di wilayah kerjanya. Pengembangan juga sudah dilakukan berdasarkan keterangan para pelaku yang ditangkap.

"Para terduga yang kami tangkap ini jaringan putus. Jadi mereka ini ditugaskan untuk menyeberangkan. Tapi kalau kita lihat dari potensi kerugian negara yang begitu besar, ada potensi ini didanai, jadi tentu saja ini terus kami kembangkan," ungkap Kolonel Laut (P) Sandy.

Sementara itu, Direktur Pengawasan Sumber Daya Perikanan Ditjen PSDKP KKP, Drama Panca Putra mengungkapkan modus-modus operandi yang dilakukan para pelaku. Sepanjang tahun 2023 ada 20 kali penangkapan dengan pola penyelundupan yang beragam.

Rute penyelundupan mulai dari jalur darat, laut bahkan udara. Untuk penyelundupan yang dilakukan di wilayah Nusa Tenggara, Bali, dan Pulau Jawa seringnya menggunakan jalur udara. Sedangkan wilayah yang berdekatan dengan Singapura, menggunakan jalur laut.

"Polanya macam-macam, ada melalui jalur udara. Udara ini biasanya kita tangkap di wilayah Lombok, Bali, Surabaya. Mereka membawa melalui Koper-man, tidak melalui kargo," ungkap Drama.

Selain pengawasan, pihaknya juga melakukan pencegahan salah satunya dengan gencar melakukan sosialisasi kepada nelayan penangkap BBL terkait substansi Permen KP Nomor 7/2024. Pihaknya mendorong BBL yang ditangkap dimanfaatkan untuk kegiatan budidaya lobster.

(Awaludin)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement