5. Gempa Yogyakarta 2006
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,9 mengguncang Daerah Istimewa Yogyakarta, pada 27 Mei 2006 sekira pukul 05.55 WIB. Getaran gempa dilaporkan terasa selama 57 detik. Sementara United States Geological Survey melaporkan bahwa gempa tersebut berkekuatan 6,2.
Gempa tersebut mengakibatkan 6.234 orang tewas. Tak hanya itu, sejumlah bangunan mulai dari pusat perbelanjaan, Gelanggang Olah Raga (GOR), hingga kampus rusak parah. Situs kuno dan lokasi wisata yang ada di Yogyakarta juga ikut mengalami kerusakan.
Gempa susulan sempat terjadi beberapa kali setelah gempa besar. Gempa ini tercatat sebagai yang terparah di Indonesia. Penyebab gempa sendiri dilaporkan karena letak Indonesia yang berada di antara tiga lempeng utama dunia yakni, lempeng Australia, lempeng Eurasia, dan lempeng Pasifik.
6. Semburan Lumpur Lapindo di Sidoarjo
Banjir lumpur panas Sidoarjo, juga dikenal dengan sebutan Lumpur Lapindo (Lula) atau Lumpur Sidoarjo (Lusi), adalah peristiwa menyemburnya lumpur panas di lokasi pengeboran Lapindo Brantas Inc. di Dusun Balongnongo Desa Renokenongo, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Indonesia, sejak Mei 2006.
Semburan lumpur panas selama beberapa bulan ini menyebabkan tergenangnya kawasan permukiman, pertanian, dan perindustrian di tiga kecamatan di sekitarnya, serta memengaruhi aktivitas perekonomian di Jawa Timur.
(Salman Mardira)