Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Gaji Karyawan Bakal Dipotong 3 Persen, Warga Depok: Sangat Keberatan

Muhammad Refi Sandi , Jurnalis-Rabu, 29 Mei 2024 |01:29 WIB
   Gaji Karyawan Bakal Dipotong 3 Persen, Warga Depok: Sangat Keberatan
Warga Depok tolak iuran Tapera (Foto: MPI)
A
A
A

DEPOK - Iuran wajib Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) yang dikenakan ke pekerja baik aparatur sipil negara (ASN) hingga swasta menjadi polemik di masyarakat.

Karyawan swasta asal Depok, Jawa Barat, Rifqi mengaku keberatan jika gaji yang diterima dari tempat dirinya bekerja dipotong tiga persen untuk iuran Tapera tersebut. Dikarenakan ada potongan lainnya yang terlebih dahulu dilakukan dari gaji pokok tersebut.

"Kalau saya pribadi karena memang datang dari kampung ke Depok tujuannya untuk kerja otomatis saya menolak, tabungan untuk perumahan itu bagi saya nggak relevan apalagi saya di kampung sudah ada rumah terus gaji harus dipotong 3 persen, sedangkan potongan sendiri bukan hanya untuk tabungan perumahan itu saja, ada potongan BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan dan potongan lain dari perusahaan sangat keberatan," kata Rifqi saat ditemui di Cilodong, Depok, Selasa (28/5/2024).

Rifqi yang mengadu nasib di Depok dari Brebes, Jawa Tengah, itu menyebut kalau hendak membangun rumah bisa dengan cara menabung sendiri untuk menentukan skala prioritas dalam rumah tangga kecilnya itu.

Ia pun tegas menolak wacana pemotongan gaji 3 persen untuk iuran Tapera itu.

"Apalagi itu gaji yang dipotong dari gaji kita murni bukan dari perusahaan sangat menolak tentunya, gaji tak seberapa kemudian dipotong sesuatu yang nggak kita butuhkan amat kalau pun mau bangun rumah kita akan nabung sendiri kita tahu mana prioritas, kemudian alokasinya pun akan masing masing," ujarnya.

Lebih lanjut, Rifqi berharap kalau perusahaan yang akan menanggung sepenuhnya tidak ditanggung karyawan tidak masalah. Namun kalau harus memotong gaji pokok karyawan agar dibatalkan wacana tersebut.

"Harapannya kalau memang dipotong dari pendapatan kita sendiri harapannya batalkan, tapi kalau perusahaan akan menanggung dan ada sisi positifnya silahkan tapi jangan motong dari pendapatan karyawan itu sendiri," ungkapnya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement