Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Jet Israel Hantam Sekolah PBB yang Dituding Sembunyikan Hamas, 27 Orang Tewas

Susi Susanti , Jurnalis-Kamis, 06 Juni 2024 |14:58 WIB
Jet Israel Hantam Sekolah PBB yang Dituding Sembunyikan Hamas, 27 Orang Tewas
Jet Israel hantam sekolah PBB yang dituding sembunyikan Hamas, 27 orang tewas (Foto: Reuters)
A
A
A

GAZA - Israel menghantam sebuah sekolah milik Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Gaza pada Kamis (6/6/2024) yang dituding menjadi komleks Hamas dan tempat persembunyian anggota Hamas. Serangan ini menewaskan 27 orang yang mencari perlindungan di sana.

Israel menduga para pejuang Hamas yang terlibat dalam serangan 7 Oktober yang memicu perang delapan bulan tersebut bersembunyi di sekolah itu.

Ismail Al-Thawabta, direktur kantor media pemerintah yang dikelola Hamas, menolak klaim Israel bahwa sekolah PBB di Nuseirat, di Gaza tengah, telah menyembunyikan pos komando Hamas.

“Pendudukan menggunakan kebohongan terhadap opini publik melalui cerita palsu untuk membenarkan kejahatan brutal yang dilakukan terhadap puluhan pengungsi,” kata Thawabta kepada Reuters.

Militer Israel mengatakan bahwa sebelum serangan jet tempur Israel, militer mengambil langkah-langkah untuk mengurangi risiko kerugian bagi warga sipil.

Israel mengatakan tidak akan ada penghentian pertempuran selama perundingan gencatan senjata.

Sementara itu, dalam pukulan nyata terhadap proposal gencatan senjata yang digembar-gemborkan pekan lalu oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden, pemimpin Hamas pada Rabu (5/6/2024) mengatakan kelompok itu akan menuntut diakhirinya perang di Gaza secara permanen dan penarikan Israel sebagai bagian dari rencana gencatan senjata.

Ucapan pemimpin Hamas Ismail Haniyeh itu seolah menjadi jawaban kelompok militan Palestina terhadap usulan yang disampaikan Biden pekan lalu. Washington mengatakan pihaknya sedang menunggu jawaban dari Hamas atas apa yang digambarkan Biden sebagai inisiatif Israel.

“Gerakan dan faksi-faksi perlawanan akan menangani secara serius dan positif setiap perjanjian yang didasarkan pada penghentian agresi secara komprehensif dan penarikan penuh serta pertukaran tahanan,” kata Haniyeh.

Ketika ditanya apakah pernyataan Haniyeh merupakan balasan kelompok tersebut terhadap Biden, seorang pejabat senior Hamas membalas pesan teks dari Reuters dengan emoji "jempol".

Washington masih berusaha keras untuk mencapai kesepakatan. Direktur CIA William Burns bertemu dengan pejabat senior dari mediator Qatar dan Mesir pada Rabu (5/6/2024) di Doha untuk membahas proposal gencatan senjata.

Sejak gencatan senjata singkat selama seminggu pada bulan November, semua upaya untuk mengatur gencatan senjata telah gagal, dengan Hamas bersikeras menuntut diakhirinya konflik secara permanen. Semnetara itu, Israel mengatakan pihaknya siap untuk membahas jeda sementara sampai kelompok militan tersebut dikalahkan.

(Susi Susanti)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement