Selanjutnya, SYL pun meminta saksi menjelaskan perihal honornya yang tidak pernah ia terima sendiri, melainkan diserahkan langsung ke bawahannya.
"Saya ingin katakan bahwa kamu kan yang pegang semua honor saya, honor saya bagi hasil pajak saya, sebagai gubernur, sebagai wakil gubernur, sebagai bupati, kan bupati dapat seperti itu. Honor ini kamu kumpul Malik, kemudian saya hitung-hitung enggak, berapa yang dari sini berapa yang atau saya kasih gelondongan sama kamu? Pernah nggak saya hitung?" tanya SYL.
"Ndak pernah dihitung," jawab Saksi.
"Kemudian, honor-honor itu kamu pegang atau ditaruh di tas? Tas itu dikunci atau terbuka saja dipegang oleh ajudan?" cecar SYL.
"Tidak terkunci," respons saksi.
"Tidak terkunci, jelas tidak terkunci?" tanya SYL.
"Tidak terkunci," jawab saksi mengiyakan.
SYL pun menyebutkan ajudannya bebas mengambil uang tersebut.
"Setiap saat ajudan atau kamu boleh ambil dalam tas itu?" tanya SYL.
"Setiap saat bisa diambil," jawab saksi.