Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

HUT Ke-65, Nasaruddin Umar Dianggap Tokoh Agama Luar Biasa yang Diterima Semua Pihak

Arief Setyadi , Jurnalis-Senin, 24 Juni 2024 |07:03 WIB
HUT Ke-65, Nasaruddin Umar Dianggap Tokoh Agama Luar Biasa yang Diterima Semua Pihak
Sejumlah tokoh hadiri peluncuran buku bertepatan dengan ulang tahun Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar (Foto: Ist)
A
A
A

JAKARTA - Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta, Nasaruddin Umar meluncurkan tiga buku yang dianggap sebagai salah satu karya terbaiknya. Peluncuran buku dilakukan bertepatan dengan ulang tahunnya ke-65.

Sejumlah tokoh nasional menghadiri acara peluncuran buku, di antaranya Ketua Umum Partai Hanura, Oesman Sapta Odang (OSO). Ia mengapresiasi dedikasi Nasaruddin dalam berjuang di bidang agama untuk kepentingan bangsa.

OSO juga menyampaikan ucapan selamat ulang tahun dan apresiasi atas peluncuran buku yang dilakukan Nasaruddin Umar.

"Sebagai tokoh agama, dia mengakomodir berdasarkan Pancasila. Saya ucapkan selamat ulang tahun semoga panjang umur dan teruslah berjuang," ujar OSO yang hadir dalam acara, dikutip dalam keterangannya, Jakarta, Minggu (23/6/2024).

Menurut OSO, Nasaruddin merupakan sosok yang luar biasa. Ia bisa diterima oleh generasi milenial karena selalu mengutamakan kesabaran dan memiliki cara bicara yang halus.

Tokoh lainnya yang juga hadir yakni mantan Menko Polhukam Mahfud MD dan mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla. Adapun JK menilai Nasaruddin sebagai tokoh besar Indonesia.

"Pak Nasaruddin ini saya kira merupakan Kiai yang dapat diterima oleh semua pihak," ujar pria yang akrab disapa JK ini. "Selamat ulang tahun. Harapannya, tetap memberikan nasehat, pedoman hidup, dan tetap memberikan kedamaian," ujar JK.

Sementara Nasaruddin meluncurkan tiga buku berjudul "Nasionalisme Indonesia," "Moderasi Beragama dan Tantangan Masa Depan Umat," serta "Fikih Ekonomi Kontemporer."

Buku "Nasionalisme Indonesia" menurut Nasaruddin, merupakan pengembangan dari skripsi S1-nya. "Nasionalisme Indonesia itu salah satu buku terbaik saya," kata Nasaruddin.

Buku ini dianggap karya terbaiknya karena kaya akan referensi dari filsuf dunia seperti Plato dan Karl Marx. Namun, ia menyayangkan bahwa buku-buku serius seperti ini cenderung tidak laku di Indonesia.

"Tapi yang iseng saya tulis itu yang laku. Jadi ada sesuatu yang valid secara intelektual tapi tidak diminati masyarakat apakah grade bangsa kita seperti ini suka mengkonsumsi yang populer," katanya.

Nasaruddin menjelaskan bahwa buku "Nasionalisme Indonesia" membahas bagaimana setiap elemen bangsa harus memperlakukan budaya luar. Budaya asing tidak boleh dianggap sebagai imigran gelap yang harus ditolak, namun juga tidak semua harus diterima tanpa selektif.

"Jadi kalau kita anggap sebagai imigran gelap, akan menghasilkan bangsa itu sendiri. Tapi juga jangan sebaliknya, apapun yang datang dari luar itu kita terima tanpa selektif. Justru itu saya kemukakan di sini nasionalisme di Indonesia itu kayak apa," pungkasnya.

(Arief Setyadi )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement