Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Mengenal Supit Urang, Strategi Perang Soedirman Gabungkan Taktik Majapahit dan Modern

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis-Kamis, 27 Juni 2024 |05:00 WIB
Mengenal Supit Urang, Strategi Perang Soedirman Gabungkan Taktik Majapahit dan Modern
Jenderal Sudirman (Foto: istimewa/Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Jenderal Soedirman merupakan Panglima Besar Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang melegenda. Sosok perwira tinggi masa revolusi nasional Indonesia ini sangat dihormati dan disegani.

Nama dan kisahnya masih dikenang sampai kini, menjadi inspirasi bagi generasi bangsa.

Salah satunya saat Soedirman memimpin pertempuran Ambarawa menghajar Inggris. Kala itu, Soedirman menggabungkan taktik modern dengan taktik klasik Kerajaan Majapahit.

Jadilah dia menggagas strategi perang “Supit Urang”. Taktik menekan, menjepit dan menggempur lawan dengan serentak dari berbagai sektor.

Kemudian nama Soedirman semakin meroket pasca-Pertempuran Ambarawa 12-15 Desember 1945. Walaupun bekas dididik di kemiliteran PETA bentukan Jepang, dia tak serta-merta selalu menggunakan taktik Jepang.

Soedirman diangkat jadi Panglima TNI oleh Presiden Soekarno di Yogyakarta, pada 27 Juni 1947, saat lagi panas-panasnya perang revolusi melawan Sekutu.

Lahir di Purbalingga pada 24 Januari 1916, Soedirman merintis karier militernya sebagai tentara sukarela Pembela Tanah Air (PETA), organisasi paramiliter yang dibentuk oleh Jepang. Di situlah ia digembleng keperwiraannya hingga menjadi satu-satunya jenderal bintang lima di Indonesia.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement