Minimal dengan sistem skoring ini bisa membantu bidan, dokter umum dan dokter anak. Dalam mempercepat diagnostik penyakit jantung bawaan masuk kategori apa dan tindakan cepat apa yang harus dilakukan untuk menyelamatkan nyawa bayi-bayi Indonesia.
Dari kajian yang dilakukan dr Ita menyarankan, untuk pengembangan keilmuan maka harus dilakukan penelitian lebih lanjut dengan skala sampel yang lebih besar atau penelitian multisener. Sedangkan bagi praktisi kesehatan penelitian ini bisa dijadikan rujukan bagi tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan bayi dengan PJB.
“Hasil penelitian ini untuk perbaikan sistem pendataan bayi dengan PJB yang lahir hidup sejak bayi lahir higga pemantauan jangka panjang, adanya manajemen data ini akan memudahkan penelitian lanjutan dan modifikasi sistem skoring sebagai penyempurnaan sistem skoring yang telah dibuat,”pungkasnya.
Hadir dalam sidang terbuka di FKM UI, antara lain, Ahmad Muzani, Wakil Ketua MPR RI, Juri Ardiantoro, Stafsus Presiden, Budi Joyo Santoso, Komisoner KPPU, Dr. Natanegara, Sekretaris Badan Strategi Kebijakan Hukum dan HAM, Kemenkumham, serta para kolega dokter dan undangan lainnya.
(Khafid Mardiyansyah)