Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

4 Fakta Densus 88 Tangkap 2 Terduga Teroris di Jakbar, Terafiliasi ISIS

Arief Setyadi , Jurnalis-Kamis, 08 Agustus 2024 |06:04 WIB
4 Fakta Densus 88 Tangkap 2 Terduga Teroris di Jakbar, Terafiliasi ISIS
Ilustrasi Densus 88 menangkap terduga teroris (Foto: Dok Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri menangkap dua terduga terorisme berinisial RJ dan AM. Keduanya ditangkap di kawasan Jakarta Barat. 

Berikut fakta-faktanya:

1. Terafiliasi ISIS

Kedua terduga teroris itu disebut terafiliasi ISIS. Penangkapan mereka merupakan upaya pencegahan terjadinya tindak pidana terorisme.

"Bahwa penegakkan hukum terhadap para tersangka tersebut merupakan salah upaya pencegahan terjadinya tindak pidana terorisme terutama dalam bentuk serangan atau teror,” kata Juru Bicara Densus 88 Antiteror, Kombes Aswin, Rabu 7 Agustus 2024.

"Adapun dua orang yang ditangkap tersebut berinisial RJ dan berinisial AM ditangkap di wilayah Jakarta Barat," imbuhnya.

2. Sebarkan Narasi Propaganda ISIS

Aswin menjelaskan, keduanya terafiliasi ISIS dengan cara mengunggah narasi-narasi dukungan dan propaganda terhadap ISIS sosial media yang dimiliki.

"Kemudian, diketahui pula yang bersangkutan mengibarkan bendera ISIS sembari memegang senjata disertai dengan statemen atau ajakan untuk mendukung keberadaan Daulah Islamiyah atau ISIS," ujarnya.

3. Rakit Bom

Kedua terduga teroris disebutkan telah merakit bom untuk melancarkan aksi teror. Juru Bicara Densus 88 Antiteror, Kombes Pol Aswin Siregar mengungkapkan, bom tersebut saat ini sudah diamankan oleh personel saat melakukan penangkapan.

“Berdasarkan penyidikan yang dilakukan, kita ketahui dua orang ini telah merakit pula bahan peladak yang sudah diamankan penyidik Densus 88,” kata Aswin Siregar di Mabes Polri, Rabu 7 Agustus 2024.

 

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement