JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta masyarakat disekitar Ibu Kota Nusantara (IKN) jadi prioritas undangan pada upacara HUT ke-79 RI. Termasuk di antaranya tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh budaya untuk hadir pada upacara di IKN.
"Sesuai arahan Bapak Presiden agar Masyarakat di sekitar IKN menjadi prioritas utama. Maka kami akan undang tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh budaya.
Masyarakat sekitar IKN menjadi prioritas untuk dihadirkan," kata Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, M. Yusuf dalam keterangannya, Kamis (8/8/2024).
Yusuf mengatakan bahwa dengan diundangnya masyarakat IKN untuk ikut hadir pada upacara HUT RI itu, diharapkan dapat memiliki kedekatan dan menjemput masa depan IKN.
"Dengan begitu masyarakat memiliki kedekatan dengan IKN dan Bapak presiden juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjemput masa depan di IKN," kata Yusuf.
Yusuf mengungkapkan jumlah tamu yang diundang untuk mengikuti upacara HUT RI sebanyak 1.400 orang.
Perlu diketahui, upacara peringatan HUT ke 79 RI pada 17 Agustus 2024 nanti akan dilaksanakan di dua tempat, yakni di Ibu Kota Nusantara (IKN) dan Istana Merdeka, Jakarta. Tamu undangan juga telah ditentukan untuk hadir pada acara tersebut.
M. Yusuf mengungkapkan bahwa untuk upacara di IKN akan dihadiri oleh Presiden Jokowi, Presiden Terpilih Prabowo Subianto, mantan Presiden dan masyarakat serta pekerja di IKN.
Sedangkan untuk upacara di Istana Merdeka akan dihadiri oleh Wakil Presiden Ma'ruf Amin dan Wakil Presiden terpilih Gibran Rakabuming Raka,
Yusuf juga mengungkapkan bahwa persiapan menjelang upacara peringatan detik-detik proklamasi di Ibu Kota Nusantara (IKN), berjalan sesuai dengan rencana.
"Untuk kesiapan upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi sejauh ini berjalan dengan baik seperti yang telah kita rencanakan," kata Yusuf.
Yusuf mengatakan bahwa pemerintah juga terus melakukan Rapat koordinasi mingguan untuk mengecek dan mengevaluasi perkembangan persiapan dilapangan.
"Sarana dan Prasarana baik di Istana Negara IKN dan Istana Merdeka Jakarta, sampai saat ini terus dilakukan finishing dan penyempurnaan agar saatnya nanti dapat dengan baik digunakan. Dan kami dapat memberikan rasa nyaman dan kepuasan bagi tamu yang hadir di Istana baik di IKN maupun Jakarta," jelasnya.
Yusuf juga menjelaskan bahwa Tata Upacara Militer atau acara pokok tidak ada perbedaan yang menonjol. Sebab, katanya, kegiatan upacara sudah mempunyai SOP sendiri.
"Sedangkan untuk acara penunjang lainnya termasuk hiburan, tentu kami utamakan kearifan budaya Indonesia yang beraneka ragam," kata Yusuf
"Pada acara nanti, kami akan tampilkan kesenian dari Provinsi DKI dan Provinsi-provinsi lain yang ada di Pulau Kalimantan. Termasuk juga hiburan lainnya dari para kreator-kreator yang membanggakan," tambahnya.
(Qur'anul Hidayat)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.