BANDUNG - Polisi mulai menemukan titik terang, untuk mengetahui penyebab kematian Iguh Indah Hayati (55) dan Elia Imanuel Putra (24) ibu dan anak yang ditemukan tinggal kerangka di rumahnya di Kawasan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, beberapa waktu lalu.
Dari hasil penyelidikan sementara, penyidik Satreskrim Polres Cimahi menemukan barang bukti baru berupa jejak digital pembelian sianida oleh salah satu korban, Elia Imanuel.
“Yang bersangkutan (korban Elia) mencari dan membeli sianida sekitar 2018. Itu dilihat dari pemeriksaan ponsel milik anak (korban Elia),” ujar Kapolres Cimahi AKBP Tri Suhartanto, beberapa waktu lalu.
“Kami tetap menunggu hasil dari tim forensik apakah ada kandungan sisa-sisa (sianida) dalam jaringan tubuh korban atau tidak,” sambungnya.
Namun untuk memastikannya penyebab kematian kedua korban, polisi masih harus menunggu hasil autopsi sekaligus tim labfor mabes Polri.
“Jangan sampai dia beli tapi tidak ada dalam kandungan (di kerangka korban). Nanti kami bisa salah menyimpulkan,” ujar AKBP Tri.
Dia juga meminta waktu bagi penyidik untuk mengungkap misteri kasus ibu dan anak tinggal kerangka yang menghebohkan warga Bandung Barat.
Nantinya, setelah semua fakta dan bukti lengkap secara komprehensif, didukung hasil pemeriksaan psikologi forensik dan laboratorium, akan disimpulkan penyebab kematian kedua korban.
"Baik forensik maupun psikologi forensik, menyampaikan analisa terkait proses penyelidikan yang akan dilakukan,” ujarnya.
Dia juga, mengatakan, selama dua pekan berlaku sejak ditemukan, penyidik terus melakukan penyelidikan dengan memeriksa 11 saksi. Salah satunya adalah Mudjoyo Tjandra (64), suami dan ayah korban. “ Kita saat ini masih melakukan pemeriksaan sejumlah saksi,” pungkasnya.
(Fahmi Firdaus )