JAKARTA - Kasus perundungan (bullying) dokter Aulia Risma Lestari, mahasiswi Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Universitas Diponegoro (Undip) yang berujung bunuh diri menuai sorotan. Berbagai fakta baru mencuat tentang praktik perundungan di kampus tersebut.
Berikut fakta-faktanya:
1. Perundungan Sudah Lama Terjadi
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan, praktik-praktik perundungan di Undip Semarang, terjadi sejak lama. "Perundungan ini sudah puluhan tahun, tidak pernah bisa diselesaikan secara tuntas, karena memang kurang komitmen dari para stakeholder. Saya sendiri sejak menjabat ini kali ketiga (perundungan)," ujarnya.
2. Tidak Benar Perundungan Hasilkan Tenaga Kerja Tangguh
Menkes Budi Gunadi menegaskan, anggapan bahwa perundungan dapat menghasilkan tenaga kerja yang tangguh adalah tidak benar.
"Saya meminta agar ini dihilangkan, banyak profesi-profesi lain yang perlu tangguh. (perundungan) Selalu dibilang biar tangguh. TNI dan Polri juga kurang tangguh apa ya? Pilot juga fisik harus tangguh dan mereka bisa dilatih tanpa perundungan," katanya.
3. Keterlaluan, Korban Dirundung Secara Fisik dan Mental
Menurut Menkes, kasus perundungan yang dilakukan di Undip sudah keterlaluan. Sebab, korban selain dirundung secara fisik dan mental juga dimintai uang yang cukup besar.
"Perundungan ini sudah keterlaluan dan itu benar-benar dirundung secara fisik dan mental," katanya.
4. Pemalakan hingga Puluhan Juta
Dokter Aulia Risma Lestari nekat mengakhiri hidup karena aksi perundungan. Jubir Kemenkes RI, Mohammad Syahril membagikan update proses investigasi dugaan bunuh diri yang dilakukan dokter Aulia.