Aam mengungkapkan kebakaran lahan paling banyak terjadi di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Menurutnya, hal itu karena memang kondisi saat ini kekeringan dengan hari tanpa hujan di beberapa tempat, bahkan sudah lebih dari 60 hari.
“Jadi bisa kita bayangkan kondisi rentan terhadap tanah permukaan itu sudah sangat rentan sudah sangat kering. Jadi kalau misalkan ada pemicu apakah itu puntung rokok kemudian pembakaran sampah yang tidak termonitor itu akan sangat mudah sekali untuk menyebabkan kebakaran lahan di Pulau Jawa, meskipun tentu saja kalau kebakaran lahan ini tidak seperti kebakaran lahan gambut ya, begitu objek terbakarnya habis apinya biasanya langsung padam tapi tetap ini menjadi permasalahan yang bisa cukup membahayakan,” tutupnya.
(Puteranegara Batubara)