Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Bela Kedaulatan Negaranya, Presiden Taiwan Bersumpah Menolak Aneksasi China

Susi Susanti , Jurnalis-Kamis, 10 Oktober 2024 |14:38 WIB
Bela Kedaulatan Negaranya, Presiden Taiwan Bersumpah Menolak Aneksasi China
Presiden Taiwan William Lai berjanji menegakkan status pemerintahan sendiri Taiwan dalam pidato publiknya yang paling menonjol sejak menjabat awal tahun ini (Foto: Philstar Global)
A
A
A

TAIPEIPresiden Taiwan William Lai telah berjanji menegakkan status pemerintahan sendiri Taiwan dalam pidato publiknya yang paling menonjol sejak menjabat awal tahun ini. Lai akan meneguhkan komitmen untuk menolak aneksasi atau pelanggaran terhadap kedaulatan negaranya. 

Dalam referensi yang samar-samar terhadap klaim China atau Tiongkok atas pulau itu, Lai berbicara kepada khalayak di Taipei untuk memperingati Hari Nasional Taiwan, hanya sembilan hari setelah Tiongkok Komunis merayakan ulang tahunnya yang ke-75.

Pada saat yang sama, Lai berjanji untuk mempertahankan status quo perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan dan berjanji untuk bekerja sama dengan Beijing dalam berbagai isu seperti perubahan iklim, memerangi penyakit menular, dan menjaga keamanan regional.

"Republik Tiongkok dan Republik Rakyat Tiongkok tidak tunduk satu sama lain," katanya, mengacu pada pemerintah Taipei dan Beijing.

"Di negeri ini, demokrasi dan kebebasan tumbuh subur. Republik Rakyat Tiongkok tidak berhak mewakili Taiwan," imbuhnya.

Lai sebelumnya memberi tahu para pengunjung bahwa tidak akan ada kejutan dalam pidato hari nasionalnya, dalam upaya untuk meyakinkan mereka bahwa ia tidak akan melakukan apa pun lagi untuk membuat Beijing gusar.

Penolakan itu menyusul beberapa pidato Presiden Lai selama beberapa bulan terakhir yang oleh sebagian orang dianggap provokatif.

"Pidato itu jauh lebih lembut dan tidak terlalu sinis daripada pidato-pidatonya baru-baru ini," kata Lev Nachman, seorang ilmuwan politik di Universitas Nasional Taiwan, kepada BBC mengacu pada pidato pada Kamis (10/10/2024).

"Itu memberi Tiongkok amunisi yang jauh lebih sedikit untuk digunakan melawannya,” lanjutnya.

 

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement