Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Misteri Hilangnya Perdana Menteri Australia, Jasadnya Tak Pernah Ditemukan

Naomi Angelina Panjaitan , Jurnalis-Sabtu, 30 November 2024 |15:11 WIB
Misteri Hilangnya Perdana Menteri Australia, Jasadnya Tak Pernah Ditemukan
Perdana Menteri Australia Harold Holt.
A
A
A

JAKARTA - Pada 17 Desember 1967, Perdana Menteri Australia Harold Holt menghilang saat berenang di Pantai Cheviot, Portsea, Victoria. Kejadian ini menjadi salah satu pencarian terbesar dalam sejarah Australia, namun hingga kini Holt tak pernah ditemukan.

Melansir ABC News, pada hari itu Harold Holt, yang dikenal sebagai perenang dan penyelam ulung, pergi ke Pantai Cheviot bersama tetangganya, Marjorie Gillespie, putri Gillespie bernama Vyner, dan dua teman lainnya, Martin Simpson dan Alan Stewart. Pantai itu, meskipun indah, memiliki arus bawah laut yang berbahaya dan telah merenggut nyawa beberapa orang sebelumnya.

"Saat itu air laut seperti baru saja menelannya. Saya tak bisa melihat kepalanya lagi. Kemudian dia menghilang,” kata Gillespie.

Berita menghilangnya seorang perdana menteri menyebar dengan cepat. Dalam dua jam pertama sejak kehilangannya, puluhan polisi, tim penyelamat, dan pasukan pencarian sudah berkumpul di Pantai Cheviot. Helikopter, kapal penyelamat, dan penyelam bahkan dikerahkan untuk menyisir garis pantai dan perairan sekitar. Namun, kondisi laut yang ganas dan gelombang setinggi dua hingga tiga meter membuat pencarian menjadi sangat sulit.

"Saat itu, tidak ada harapan untuk menemukan jasadnya," lapor seorang penyelam kepada reporter ABC, saat pencarian dihentikan sementara.

Pada hari kedua pencarian, badai dan hujan deras semakin memperparah situasi.

 

Saat itu, tim pencari menyadari tidak ada lagi harapan untuk menemukan Holt dalam keadaan hidup.

Fokus pencarian kemudian bergeser ke area yang dikenal sebagai “The Rip”, pintu masuk Teluk Port Phillip. Otoritas setempat menduga, jika Holt tenggelam, tubuhnya kemungkinan terseret arus ke arah barat laut atau bahkan ke dalam Teluk Port Phillip.

Namun, kondisi laut yang terus berubah membuat pencarian menjadi sangat sulit. Hiu juga dilaporkan terlihat di sekitar lokasi pencarian, semakin mengurangi harapan tim penyelamat. “Saya rasa semua orang dekat dengan PM masih menggantungkan sedikit harapan,” ujar Tony Eggleton, sekretaris pers Holt. “Namun, semakin lama, harapan itu semakin memudar,” lanjutnya.

Pada sore hari 18 Desember, saksi utama, Marjorie Gillespie, memberikan kesaksiannya kepada wartawan. Dengan tenang, ia menceritakan bagaimana Holt terlihat menikmati renangnya tanpa menyadari dirinya semakin terbawa arus ke tengah laut.

“Dia tidak terlihat dalam kesulitan atau meminta bantuan,” jelas Gillespie. Namun, saat Alan Stewart bertanya, “Biasanya dia berenang selama ini?” Gillespie mulai merasa ada yang salah.

“Saya berteriak, ‘Kembali! Kembali!’ tapi dia tidak bisa mendengar saya. Air tiba-tiba berubah menjadi gelombang besar yang berombak kuat, dan dia tidak bisa kembali,” kenangnya.

Menurut Gillespie, tidak ada yang bisa dilakukan untuk menyelamatkannya. "Gelombang besar itu datang, lalu tidak ada apa-apa lagi," paparnya.

Akhirnya, pencarian dihentikan pada 22 Desember 1967, dan secara resmi dinyatakan selesai pada 5 Januari 1968. Hingga hari ini, jasad Harold Holt belum pernah ditemukan.

Hilangnya Holt memicu spekulasi luas, terutama di tengah ketegangan geopolitik era Perang Dingin. Beberapa teori yang berkembang termasuk dugaan bahwa Holt dibunuh oleh CIA, diculik oleh kapal selam China, atau memalsukan kematiannya untuk melarikan diri dari tekanan politik.

Namun, Eggleton menegaskan bahwa peristiwa ini hanyalah tragedi.

"Sulit bagi orang untuk menerima bahwa seorang perdana menteri bisa tenggelam seperti orang biasa lainnya," ungkapnya pada peringatan 40 tahun hilangnya Holt.

(Rahman Asmardika)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement