Pada operasi pengejaran ini, spionase atau mata - mata dari pribumi memberikan informasi perihal pelarian Pangeran Diponegoro dan pasukannya. Dimana dari beberapa spionase yang dikerahkan Belanda, satu spionase merupakan Abdi Dalem Ngabehi Pancayatna, yang diperintahkan mengamati markas Pangeran Diponegoro.
Lantas abdi dalem ini mengutus Ki Sapengawat mencari dan mengamati pesanggrahan Diponegoro, pada hari Ahad 8 Ramadan di tahun 1826 Masehi. Di sanalah spionase Belanda itu sempat berkunjung ke rumah salah satu saudaranya, yang sempat bertemu Pangeran Diponegoro.
Sang pangeran pun berujar, di bulan puasa atau Ramadan saat itu harus bersiaga karena lawan terus mengintainya. Sang spionase ini juga mempero informasi bahwa pasukan Diponegoro sudah berpindah markas hingga ke sebuah wilayah bernama Desa Jekso.
(Khafid Mardiyansyah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.