JAKARTA - Komando Pasukan Khusus (Kopassus) merupakan bagian dari Komando Utama Tempur yang dimiliki oleh TNI Angkatan Darat. Kopassus memiliki kemampuan khusus seperti bergerak cepat di setiap medan, penembak jitu, pengintaian hingga antiteror.
Prajurit Kopassus ditempa dengan pelatihan ekstrem. Pelatihan yang harus diikuti sebelum resmi menjadi prajurit baret merah sangat berat, karena berbeda dengan pelatihan pasukan reguler yang lain. Bahkan ada pelatihan Kopassus yang diberi nama ‘hell week’ atau minggu neraka.
Oleh karena itu tidak heran jika perwira Kopassus banyak yang mengisi jabatan strategis di TNI. Saat ini, ada 6 jenderal Kopassus yang menjabat Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam).
Lantas, siapa saja Jenderal Kopassus yang mengisi jabatan Pangdam?
Mayjen TNI Rafael Granada Baay menjadi Pangdam Jaya setelah menggantikan Mohamad Hasan yang promosi jadi Pangkostrad. Abituren Akmil 1993 ini sebelumnya, dia lebih dulu menjabat sebagai Pangdam V/Brawijaya (2023-2024).
Rafael pernah memimpin pasukan Komando Operasi Gabungan Khusus (Koopsgabsus) Tricakti baku tembak dengan kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) di Poso, Sulawesi Tengah.
Dalam baku tembak, tim pasukan elite yang tergabung dalam Satgas Madago Raya berhasil menghabisi dua anggota teroris di Pegunungan Tokasa, Desa Tanalanto, Kecamatan Parigi Selatan, Kabupaten Parigi, Sulawesi Tengah.
Mayjen TNI Deddy Suryadi menjabat sebagai Pangdam IV/Diponegoro. Jabatan tersebut didapatnya setelah menggantikan Tandyo Budi Revita yang dipromosikan menjadi Wakil KSAD pada Maret 2024. Deddy merupakan jebolan Akademi Militer (Akmil) tahun 1996 dari kecabangan Infanteri (Kopassus).
Deddy pernah mengisi jabatan strategis salah satunya Danjen Kopassus (2023-2024). Deddy juga memiliki pengalaman sebagai Ajudan Presiden Jokowi periode 2017-2019.
Mayjen TNI Suhardi menjabat sebagai Pangdam XIII/Merdeka. Saat berdinas di Korps Baret Merah, dia pernah menjadi Danyon 812/Sat 81 Gultor (2004-2007), Dan Grup 2/Kopassus (2012-2013) hingga Inspektur Kopassus (2013).
Selain itu, Suhardi juga pernah menempati posisi strategis lain. Di antaranya seperti Kapoksahli BAIS TNI[7] (2021-2023), Direktur D BAIS TNI (2023) hingga Dankoopssus TNI (2023-2024).
Mayjen TNI Windiyatno ditunjuk menjadi Pangdam XIV/Hasanuddin pada Desember 2025. Dia menggantikan Bobby Rinal Makmun yang diangkat menjadi Komandan Kodiklat TNI.
Sebelum memimpin Kodam XIV/Hasanuddin, Windiyatno lebih dulu menjadi Dansecapaad (2024). Kemudian, dia juga pernah menempati sejumlah posisi penting lain, seperti Danmentar Akmil (2020-2021), Dirum Pussenif(2021-2023) hingga Dirsen Pussenif (2023-2024).
Mayjen TNI Jimmy Ramoz Manalu bertugas sebagai Pangdam XVIII/Kasuari. Posisi ini didapat pada Januari 2025 setelah menggantikan Mayjen Haryanto yang dirotasi menjadi Pa Sahli Tk. III KSAD Bid. Jahpers.
Jimmy adalah jebolan Akmil 1993 dari kecabangan Infanteri Kopassus. Sebelum ditunjuk untuk memimpin Kodam XVIII/Kasuari, dia lebih dulu menjabat sebagai Kaskogabwilhan I (2024-2025).
Jimmy juga sudah banyak mencicipi berbagai posisi strategis lainnya. Seperti Ir Seskoad (2022-2023), Asintel Kaskogabwilhan II (2023-2024), dan Dansatintel Bais TNI (2024).
Mayjen TNI Ujang Darwis menjabat sebagai Pangdam II/Sriwijaya setelah menggantikan Naudi Nurdika pada Januari 2025. Ujang adalah Abituren Akmil 1993 dari kecabangan Infanteri Kopassus.
Jabatan lain yang pernah diduduki seperti Danrem 045/Garuda Jaya (2022-2023), Kasdam IV/Diponegoro (2023-2024), Pa Sahli Tk. II Kasad Bid. Was Afrika dan Timteng (2024) hingga Dirjen Strahan Kemhan (2024-2025).
(Fahmi Firdaus )