Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Bocah Perempuan 6 Tahun Ikut Ditangkap Militer Myanmar Terkait Pembunuhan Pensiunan Jenderal

Erha Aprili Ramadhoni , Jurnalis-Jum'at, 06 Juni 2025 |15:23 WIB
Bocah Perempuan 6 Tahun Ikut Ditangkap Militer Myanmar Terkait Pembunuhan Pensiunan Jenderal
Bocah Perempuan 6 Tahun Ikut Ditangkap Militer Myanmar Terkait Pembunuhan Pensiunan Jenderal (Ilustrasi/Dok Somoy News)
A
A
A

3. Perang Saudara

Kelompok pemberontak anti-junta, Golden Valley Warriors, menyatakan mereka membunuh pensiunan jenderal tersebut karena dukungannya yang berkelanjutan terhadap operasi militer. Ini termasuk serangan terhadap warga sipil, menurut pernyataan pada 22 Mei.

Junta mengklaim, kelompok itu didukung Pemerintah Persatuan Nasional (NUG). Persatuan Nasional adalah pemerintahan bayangan yang terdiri dari sisa-sisa pemerintahan Suu Kyu yang digulingkan yang memerangi militer. 

Junta mengklaim kelompok itu membayar seorang pembunuh sekitar 200.000 Kyat Myanmar (sekitar Rp1,5 juta) untuk sebuah pembunuhan. Ini sebagaimana dilaporkan surat kabar pemerintah.

Juru bicara NUG, Nay Phone Latt, membantah pemerintah bayangan telah melakukan pembayaran semacam itu. 

"Tidak benar bahwa kami membayar orang untuk membunuh orang lain," katanya kepada Reuters.

Sejak kudeta, junta Myanmar telah menangkap lebih dari 29 ribu orang, termasuk lebih dari 6 ribu wanita dan 600 anak-anak, menurut Assistance Association of Political Prisoners (AAPP), sebuah kelompok aktivis.

Korban tewas di kalangan warga sipil dan aktivis pro-demokrasi yang diverifikasi oleh AAPP selama periode ini berjumlah lebih dari 6.700, termasuk 1.646 wanita dan 825 anak-anak. 

Junta Myanmar mengatakan pihaknya tidak menargetkan warga sipil. Junta mengklaim operasinya merupakan respons terhadap serangan "teroris" untuk menjaga perdamaian dan stabilitas di negara tersebut.
 

(Erha Aprili Ramadhoni)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement