JAKARTA - Menteri Kebudayaan Fadli Zon turut mendampingi Presiden Prabowo Subianto, melaksanakan ibadah salat Iduladha di Masjid Istiqlal, Jakarta pada Jumat (6/6).
Di Hari Raya Qurban ini, Menbud menyampaikan bahwa perayaan ini membawa pesan luhur dari Nabi Ibrahim alaihissalam dan Nabi Ismail alaihissalam tentang keikhlasan, pengorbanan, dan pengabdian kepada Allah Swt.
Ia turut berpesan agar setiap individu mampu meneladani pengorbanan Nabi Ibrahim dan menjadikannya inspirasi untuk terus menanam kebaikan dan memperkuat kebudayaan bangsa, serta membangun peradaban yang berakar pada nilai-nilai luhur budaya bangsa.
Pada pelaksanaan salat Iduladha di Masjid Istiqlal, turut mendampingi Presiden Prabowo, yakni Plt Imam Besar Masjid Istiqlal Mulawarman Hannase, Ketua MPR Ahmad Muzani, serta Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.
Selain itu, ada pula Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) M. Herindra, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, serta Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Muhammad Ali.
Wakil Menteri Sosial Agus Jabo, Kepala Badan Keamanan Laut (Bakamla) Laksamana Madya TNI Irvansyah, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, dan Ketua DPD Sultan Bachtiar Najamudin juga turut mendampingi Presiden Prabowo.
Bertindak sebagai khatib Iduladha 1446 Hijriah di Masjid Istiqlal Jakarta, tahun ini Wan Jamaluddin Z yang mengangkat tema “Nilai pengorbanan dan keikhlasan dalam Iduladha."
Rektor Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung tersebut menyampaikan jika semangat kurban adalah semangat kolektif. Di hadapan para jamaah Masjid Istiqlal yang berjumlah sekitar 100.000 hingga 150.000 orang, ia mengatakan para pemimpin diharapkan dapat berkurban, mulai dari harta hingga waktu bagi rakyatnya.
Menbud Fadli Zon dalam ucapan tapping yang disiarkan pada kesempatan yang berbeda, turut menyampaikan bahwa sebagai bangsa yang diberkahi dengan keragaman budaya luar biasa, kita memiliki warisan nilai-nilai luhur yang senafas dengan semangat kurban, yakni gotong royong, berbagi, saling menghormati, dan cinta pada sesama.
"Dari Meugang di Aceh, Apitan di Semarang, Gamelan Sekaten, Grebeg Gunungan di Yogyakarta, Manten Sapi di Pasuruan, hingga Kaul Negeri dan Abda’u di Maluku, berbagai tradisi ini adalah perekat sosial yang memperkuat fondasi kebudayaan Indonesia dan mempererat persatuan," ujarnya.
Sehari sebelumnya, Kementerian Kebudayaan telah menyelenggarakan penyerahan hewan kurban secara simbolis yang dipimpin langsung oleh Menteri Kebudayaan Fadli Zon.
Sebanyak 26 ekor sapi ras limosin dan simental dengan bobot rata-rata 440 kg serta 7 ekor kambing akan dikurbankan pada hari tasyrik kedua, yaitu Minggu, 8 Juni 2025 (12 Dzulhijjah 1446 H), bertempat di Rumah Potong Hewan Jatimulya, Depok.
Daging kurban tersebut akan dikemas dalam bentuk paket 2 kg dan didistribusikan kepada sekitar 2.958 mustahik yang terdiri atas 1.240 orang ASN dan Non-ASN dari 23 satuan kerja dan 3 UPT Kementerian Kebudayaan di Jakarta.
Selain itu juga menjangkau 1.718 orang penerima manfaat lainnya melalui Dewan Kemakmuran Masjid dan Yayasan Sosial Keagamaan yang tersebar di wilayah Jabodetabek.
"Akhir kata, saya ucapkan Selamat Hari Raya Iduladha 1446 H. Semoga Allah SWT. menerima amal ibadah kita," ucap Fadli Zon.
(Agustina Wulandari )