Ia sering memainkan peran wanita bernama Pager Antimun, menjadi dalang dengan gelar Tirtaraju, dan melawak dengan tokoh Gagak Ketawang.
Hayam Wuruk resmi naik takhta pada tahun 1351 M saat ibunya turun takhta dan kembali menjabat sebagai Bhre Kahuripan, serta bergabung dalam dewan kerajaan Saptaprabhu. Tahun yang sama, neneknya Gayatri—permaisuri terakhir Raden Wijaya—wafat (mangkat).
Menurut Nagarakretagama karya Mpu Prapanca, Hayam Wuruk memerintah Majapahit selama 39 tahun, menggunakan gelar resmi Abhiseka Maharaja Sri Rajasanagara. Gelar tersebut menunjukkan bahwa ia merupakan bagian dari Dinasti Rajasa, garis keturunan Ken Arok, yang bergelar Sri Rajasa Batara Sang Amurwabhumi.
(Arief Setyadi )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.