Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Muncul ke Publik, Istri Diplomat Arya Daru: Kehilangan Masih Terasa seperti Mimpi

Riyan Rizki Roshali , Jurnalis-Sabtu, 27 September 2025 |17:44 WIB
Muncul ke Publik, Istri Diplomat Arya Daru: Kehilangan Masih Terasa seperti Mimpi
Meta Ayu Puspitantri Istri Arya Daru Pangayunan (foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA – Meta Ayu Puspitantri, istri Arya Daru Pangayunan, diplomat muda Kementerian Luar Negeri yang ditemukan tewas di kamar kosnya, muncul ke publik dan mengaku kehilangan sang suami masih terasa seperti mimpi.

“Sebenarnya sekarang ini saya pribadi masih merasa ini seperti mimpi ya, saya tahu ini memang kenyataan,” kata Meta Ayu saat konferensi pers di Yogyakarta, Sabtu (27/9/2025).

Ia menambahkan, kehilangan pria yang dikenalnya sejak umur 10 tahun sulit diungkapkan dengan kata-kata.

“Ada bagian dari diri saya yang seperti mimpi, kehilangan Mas Arya Daru Pangayunan yang sudah menjadi bagian dari hidup saya sejak kami berumur 10 tahun itu tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata,” jelasnya.

Polisi Pastikan Tidak Ada Keterlibatan Pihak Lain

Polisi menyimpulkan tidak ada keterlibatan orang lain dalam kematian Arya. Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya, Kombes Pol Wira Satya Triputra, mengungkapkan bahwa Arya ternyata telah memiliki keinginan untuk mengakhiri hidupnya sejak lama, tepatnya sejak tahun 2013.

 

Fakta ini terungkap melalui pemeriksaan digital forensik terhadap perangkat elektronik milik Arya.

“Ditemukan riwayat komunikasi antara pemilik akun email [email protected] (milik ADP) dengan akun [email protected]. Dari hasil tersebut diketahui bahwa sejak 2013 ADP sudah memiliki keinginan bunuh diri, dan pada tahun 2021 keinginannya semakin kuat,” kata Wira dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Selasa (29/7/2025).

Wira menjelaskan, bahwa akun yang dihubungi Arya merupakan milik Samaritans, lembaga amal di Inggris dan Irlandia yang menyediakan layanan dukungan emosional rahasia bagi orang-orang yang mengalami tekanan psikologis dan pemikiran untuk bunuh diri.

“Dari keseluruhan data digital yang diperoleh dari barang bukti elektronik, tidak ditemukan informasi maupun dokumen yang mengandung muatan ancaman fisik, psikis, atau kekerasan dari pihak lain,” jelas Wira.

(Awaludin)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement