"Saya mendengar suara dentuman keras dari arah gereja. Kemudian saya melihat bebatuan berjatuhan dari struktur bangunan. Untungnya, tidak ada yang terluka," paparnya.
"Saya syok dan panik pada saat yang bersamaan, tetapi tubuh saya tidak bisa bergerak. Saya hanya berdiri di sana menunggu guncangan berhenti," ungkapnya.
Archdiocesan Shrine of Santa Rosa de Lima, sebuah gereja di Daanbantayan, Cebu, melaporkan bahwa struktur bangunan tersebut runtuh sebagian. Pemadaman listrik juga terjadi di wilayah Daanbantayan akibat gempa ini.
(Fetra Hariandja)