Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian turut memberikan masukan dengan menyarankan pemanfaatan alat pengerukan yang biasa digunakan penambang di Bangka Belitung karena dinilai efektif dan memiliki daya sedot tinggi.
“Itu daya sedotnya luar biasa, cepat sekali, Pak,” kata Tito.
Menanggapi hal tersebut, Prabowo menegaskan perlunya operasi berskala besar dengan melibatkan perusahaan-perusahaan berpengalaman di bidang rekayasa teknik.
“Sudahlah, kita bikin operasi besar saja. This is a big engineering operation. Saya sangat setuju. Ada perusahaan-perusahaan besar yang punya keahlian di bidang ini,” ujar Prabowo.
Prabowo juga menegaskan agar jajarannya tidak ragu terkait pembiayaan. Ia menyatakan siap menyetujui tambahan anggaran jika diperlukan demi kelancaran program.
“Tadinya diajukan Rp51 triliun sekian, saya commit Rp60 triliun. Berapa pun yang kita butuhkan. Saya kira dengan upaya dredging kuala-kuala itu akan keluar uang lagi. Tidak ada masalah,” tegasnya.