“Bantulah kami, Aceh Tamiang masih di mana-mana lumpur. Bantulah kami,” ujar warga lainnya.
Sebanyak 413 praja yang tiba lebih dulu kemudian diarahkan ke bangunan besar semi-terbuka, di dalamnya terdapat tandu-tandu lipat sebagai tempat tidur mereka. Para praja berjalan di atas lumpur, di antaranya ada yang membawa bendera merah putih dan menancapkannya di lokasi sekitar bangunan.
“Arahan Pak Mendagri Tito, praja akan bantu proses percepatan aktivivasi pemerintahan dan pelayanan publik pascabencana,’’tutup Bima.
(Fahmi Firdaus )