Sebagai informasi, FSHA berencana menggelar aksi penyampaian pendapat di muka umum secara serentak di berbagai daerah pada 22–23 Januari 2026.
Aksi tersebut dipusatkan di Jakarta dengan lokasi utama di Istana Negara, Gedung DPR RI, dan MA.
“Rencana unjuk rasa tersebut rencananya akan digelar di depan Istana Merdeka agar para hakim adhoc seluruh Indonesia dapat menyampaikan aspirasi dan tuntutan langsung di hadapan Bapak Presiden Prabowo Subianto,” kata Juru Bicara FSHA Indonesia Ade Darusalam, Kamis.
Menurut Ade, demo tersebut didasari dari rasa kecewa para hakim adhoc yang selama ini merasa terpinggirkan dan tidak diperhatikan kesejahteraannya.
“Apalagi selama ini hakim adhoc hanya punya satu pemasukan dan tunjangan uang kehormatan saja. Hakim adhoc tidak punya gaji pokok, tidak punya tunjangan pajak, dan tunjangan lain sebagaimana hakim karier. Hal ini tentunya kian mempertebal nuansa diskriminatif yang dialami oleh hakim adhoc,” ujarnya.
(Arief Setyadi )