“Saya setuju dengan imbauan itu karena kita saling menghormati pertemanan kita. Saya akan take down juga hal yang dianggap menyinggung Pak SBY. Dan lewat Mas Kamhar pun tadi saya sudah titip permohonan maaf ke Pak SBY. Artinya, kita hentikan sampai di sini dan tidak akan terulang kembali,” ujarnya.
Namun, Budhius mengaku terkejut ketika kemudian beredar informasi di media sosial bahwa akun TikTok @sudirowibudhiusmp telah disomasi, padahal konten yang dipermasalahkan sudah diturunkan.
Ia menilai kesepakatan yang dibicarakan sebelumnya tidak terealisasi. Bahkan, Budhius menyebut Kamhar sebagai pihak penghubung tidak menepati janji.
“Jadi saya menilai ini terkesan Badan Hukum dan Pengamanan Partai Demokrat ini terlalu buru-buru, ceroboh, gegabah,” tuturnya.
Selama proses somasi hingga laporan polisi, Budhius mengaku tidak pernah menerima surat resmi apa pun. Padahal, menurutnya, sejumlah kader Partai Demokrat memiliki nomor pribadinya, namun tidak ada satu pun yang menginformasikan terkait hal tersebut.
“Saya selama ini diam kenapa enggak bereaksi karena saya belum menerima. Istri saya juga belum menerima berkasnya itu seperti apa. Kalau Demokrat atau AHY mengatakan bahwa kami sudah menerima, buktikan kepada saya tanda terimanya,” katanya.
(Arief Setyadi )