Optimisme terhadap prospek ekonomi nasional juga ditopang implementasi sejumlah program prioritas pemerintah, salah satunya Makan Bergizi Gratis (MBG) yang hingga awal 2026 telah menjangkau sekitar 53,4 juta penerima dan dinilai memberi efek pengganda bagi perekonomian.
Selain itu, penguatan ekonomi rakyat juga didorong melalui Koperasi Desa Merah Putih yang pada 2026 ditargetkan mencapai sekitar 82.000 unit. “Koperasi Desa Merah Putih akan menjadi penggerak ekonomi rakyat dari desa. Ini akan memberikan kontribusi penting, tidak hanya bagi ekonomi lokal, tetapi juga bagi perekonomian nasional,” kata Sudarto.
Sudarto menegaskan ketidakpastian global tidak boleh menjadi alasan untuk bersikap pasif. “Justru di tengah ketidakpastian inilah Indonesia harus terus melangkah maju, dengan kepemimpinan yang kuat, kebijakan yang presisi, dan keberpihakan nyata pada ekonomi rakyat,” ujarnya.
Di sisi lain, Peneliti Desk Ekonomi Great Institute Adrian Nalendra mengingatkan adanya tantangan struktural pada konsumsi kelas menengah. “Basis konsumen kelas menengah yang selama ini menjadi motor belanja justru menyusut, sementara kelompok rentan dan kelas menengah rentan membesar. Mobilitas sosial cenderung macet,” ujarnya.
(Arief Setyadi )