Sebelumnya, kelompok hak asasi manusia (HAM) yang berbasis di Amerika Serikat (AS), HRANA, menyatakan hingga Senin 12 Januari 2026 malam telah memverifikasi kematian 646 orang dalam kerusuhan di Iran. Jumlah tersebut meliputi 505 demonstran, 113 personel militer dan keamanan, serta 7 warga sipil.
Selain itu, HRANA sedang menyelidiki 579 laporan kematian lainnya. Sejak protes dimulai pada 28 Desember, sebanyak 10.721 orang telah ditangkap. HRANA juga melaporkan adanya video dari Pemakaman Behesht Zahra di Teheran, di mana keluarga korban berkumpul dan meneriakkan slogan-slogan protes.
(Erha Aprili Ramadhoni)