Adapun pada Desember 2025 lalu, Iqbal Damanik diteror dengan bangkai ayam tanpa kepala yang dikirimkan ke kediamannya. Sejurus kemudian, ia dikirimi pesan agar tidak lagi bersuara kritis soal penanganan bencana di Sumatera.
Sementara Yansen diteror dengan cara doxing dan peretasan kartu SIM ponselnya. Ia mengkritik tindakan pemerintah saat penanganan bencana di Sumatera melalui media sosial pribadinya.
Adapun Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengatakan, pemerintah terbuka atas segala kritik dan masukan dari masyarakat terkait kinerja penanganan bencana di sejumlah daerah terdampak di Sumatera dan Aceh.
“Kami, pemerintah, mendengar dan memahami berbagai kritik serta masukan dari masyarakat terhadap penanganan bencana di Sumatera,” ujar Tito dalam keterangannya di Jakarta pada Desember lalu.
(Arief Setyadi )