Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Libur Panjang Isra Miraj, Arus Balik ke Jabodetabek Mulai Meningkat

Puteranegara Batubara , Jurnalis-Minggu, 18 Januari 2026 |15:49 WIB
Libur Panjang Isra Miraj, Arus Balik ke Jabodetabek Mulai Meningkat
Arus Balik ke Jabodetabek Mulai Meningkat (foto: dok ist)
A
A
A

2. GT Ciawi 2

Peningkatan volume lalu lintas transaksi di GT Ciawi 2 arah Jakarta mencapai 13,06 persen, atau sebanyak 45.110 kendaraan, dari volume lalu lintas transaksi normal sebanyak 39.899 kendaraan.

Sementara itu, di wilayah Jawa Barat juga terpantau peningkatan volume lalu lintas kendaraan yang meninggalkan Bandung dan Rancaekek menuju Jakarta melalui GT Pasteur dan GT Cileunyi. Tercatat total sebanyak 63.148 kendaraan melintas, atau meningkat 2,28 persen dibandingkan volume lalu lintas transaksi normal sebanyak 61.739 kendaraan. Lalu lintas terdistribusi melalui dua gerbang tol dengan rincian sebagai berikut:

1. GT Cileunyi Jalan Tol Padaleunyi

Jasamarga Metropolitan Tollroad mencatat sebanyak 30.396 kendaraan meninggalkan Rancaekek atau wilayah sekitar Garut melalui GT Cileunyi. Volume lalu lintas transaksi di gerbang tol tersebut lebih rendah 0,62 persen dibandingkan lalu lintas normal, yakni 30.586 kendaraan.

2. GT Pasteur Jalan Tol Padaleunyi

Sementara itu, volume lalu lintas transaksi di GT Pasteur (arah Jakarta) yang meninggalkan Bandung tercatat sebanyak 32.752 kendaraan, atau meningkat 5,13 persen dibandingkan lalu lintas normal sebanyak 31.153 kendaraan.

Widiyatmiko mengingatkan masyarakat bahwa peningkatan arus balik ke Jabodetabek masih berpotensi terjadi pada Minggu, 18 Januari 2026, seiring berakhirnya masa libur panjang Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW dan tingginya mobilitas masyarakat untuk kembali beraktivitas normal.

“Jasamarga Metropolitan Tollroad memprediksi peningkatan arus kembali ke wilayah Jabodetabek akan terjadi pada akhir pekan ini, yakni Minggu (18/1). Untuk itu, kami telah menyiapkan berbagai langkah antisipatif, mulai dari optimalisasi layanan operasional, pengaturan lalu lintas di titik-titik rawan kepadatan, hingga kesiapan petugas dan sarana pendukung di lapangan guna memastikan perjalanan pengguna jalan tetap aman dan lancar,” papar Widiyatmiko.

(Awaludin)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement