Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Guru Ungkap Chromebook Bantuan Nadiem Tak Terpakai dan Rusak Massal di Tarakan

Awaludin , Jurnalis-Senin, 19 Januari 2026 |17:53 WIB
Guru Ungkap Chromebook Bantuan Nadiem Tak Terpakai dan Rusak Massal di Tarakan
Laptop (foto: pcmag)
A
A
A

Kritik terhadap efektivitas perangkat juga datang dari SDN 19 Tarakan. Guru IT, Muh Asy Ari, membeberkan bahwa banyak unit masih terbungkus plastik karena guru lebih memilih PC berbasis Windows. Ia juga menyoroti harga pengadaan Chromebook yang dinilai tidak wajar jika dibandingkan dengan manfaatnya.

“Guru lebih memilih PC Windows karena layar lebih besar. Harga Chromebook ini kami anggap terlalu mahal,” tegas Asy Ari.

Sementara itu, Bendahara SD Muhammadiyah 3 Al-Hilal Tarakan, Mariana, mengungkapkan perangkat hanya digunakan sekitar tiga bulan dalam setahun karena ketergantungan pada internet. Ia meminta pemerintah mengganti bantuan dengan laptop konvensional agar bisa digunakan secara luring (offline).

Kesaksian para tenaga pendidik ini memperkuat konstruksi perkara dugaan korupsi pengadaan Chromebook yang tengah ditangani Kejaksaan Agung. Dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jaksa Penuntut Umum (JPU) mendakwa adanya kerugian negara sebesar Rp2,18 triliun dalam proyek tersebut.

Jaksa menyebut pengadaan ini dipaksakan meskipun spesifikasi perangkat tidak sesuai dengan kondisi infrastruktur di daerah. Temuan di Tarakan mengenai kerusakan massal dan minimnya pemanfaatan alat menjadi bukti nyata adanya ketidaksesuaian antara anggaran triliunan rupiah dengan realitas manfaat di sekolah-sekolah.

 

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement